Munster Kartu Merah, Persebaya Tanpa Pelatih di Sisa Liga 1

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Aziz Mahrizal

12 Mei 2025 20:43

Headline

Thumbnail Munster Kartu Merah, Persebaya Tanpa Pelatih di Sisa Liga 1
Pelatih Persebaya, Paul Munster, saat press conference usai pertandingan. (Foto: Fitra/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, dipastikan tidak dapat mendampingi tim di sisa pertandingan Liga 1 2024/2025 setelah menerima kartu merah dalam laga kontra Semen Padang pada Minggu, 11 Mei 2025.

Absennya Munster tentu menjadi kerugian besar bagi Persebaya. Pasalnya, tim berjuluk Bajul Ijo ini masih berpeluang untuk mengamankan posisi runner-up klasemen sekaligus meraih tiket kompetisi Asia dengan menyalip Dewa United.

Insiden yang berujung kartu merah untuk Paul Munster terjadi menjelang peluit akhir pertandingan melawan Semen Padang. Bermula ketika asisten pelatih Semen Padang, FX Yanuar, terlihat menghalangi upaya bek Persebaya, Arif Catur, yang hendak melakukan lemparan ke dalam.

Melihat tindakan tersebut, Munster menunjukkan reaksi keras. Ia bergegas menuju area bangku pemain Semen Padang dan menunjuk FX Yanuar.

Baca Juga:
Persiapan Hadapi Madura United, Persebaya Surabaya Krisis Pemain

Wasit asal Yordania, Adham Mohammad Tumah, bertindak tegas dengan mengeluarkan kartu merah untuk Paul Munster dan FX Yanuar.

Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi, menyatakan bahwa Paul Munster absen pada pertandingan selanjutnya.

"Memang tidak bisa (Paul Munster). Ya, kita akan memperbaiki untuk pertandingan ke depan. Pasti setelah ini ada evaluasi tim," katanya.

Melansir dari regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) 2024/2025 dijelaskan mengenai larangan bermain apabila terkena kartu merah langsung.

Baca Juga:
BYE-BYE JUARA! Peluang Persebaya Angkat Trofi BRI Super League Musim ini Tertutup

Di dalam peraturan Pasal 58 yang membahas regulasi kartu merah dijelaskan, apabila ofisial yang memperoleh kartu merah baik itu langsung atau tidak langsung. Maka orang tersebut tidak diperkenankan untuk mendampingi klub satu kali pertandingan berikutnya.

Lanjut keterangan Pasal 58, apabila terdapat indikasi bahwa tindakan indisipliner yang menghasilkan kartu merah tersebut dapat menghasilkan sanksi lebih berat berdasarkan Kode Disiplin PSSI, maka match commissioner wajib menyampaikan hal tersebut kepada Komite Disiplin PSSI. 

Selain bisa mendapat tambahan hukuman dari Komdis PSSI, ofisial yang mendapatkan kartu merah dikenakan denda sebesar Rp10 juta.

Suporter Persebaya, Husein Ghozali juga ikut berkomentar dengan absennya Paul Munster. Menurutnya ada atau tidak ada Paul Munster di Persebaya sama saja, sebab kemampuan pelatih asal Irlandia Utara itu sudah maksimal.

"Istilah orang Jawa sudah mentok. Sebagai suporter saya kecewa karena inginnya kan juara," katanya saat dihubungi Ketik.co.id.

Pria yang akrab disapa Cak Cong ini mengungkapkan bahwa kualitas permainan Persebaya di bawah asuhan Paul Munster seolah tidak banyak berkembang, bahkan cenderung stagnan.

"Memang target kita masih ada untuk tampil di Asia. Tapi apa? Kita kalah melawan tim papan bawah. Lawan PSIS dan Semen Padang tidak maksimal," lanjutnya.

Hasil imbang melawan Semen Padang terasa menyedihkan bagi seluruh suporter Persebaya, terlebih pertandingan tersebut berlangsung di kandang sendiri. (*)

Baca Sebelumnya

Kunjungi Korban Banjir, Bupati Pamekasan Janjikan Solusi Tuntas dari Hulu ke Hilir Sungai

Baca Selanjutnya

Ribuan Umat Buddha Padati Wihara Dharmakirti Palembang, Rayakan Tri Suci Waisak dengan Khidmat dan Semangat Kebersamaan

Tags:

persebaya Paul Munster Liga 1 Bonek Paul Munster kartu merah

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

DLH Surabaya Tegaskan TPS Hanya untuk Sampah Rumah Tangga

16 April 2026 16:28

DLH Surabaya Tegaskan TPS Hanya untuk Sampah Rumah Tangga

Kurniawan Dwi Yulianto Minta Penggawa Timnas Indonesia U-17 Fokus Jelang Lawan Malaysia

16 April 2026 15:26

Kurniawan Dwi Yulianto Minta Penggawa Timnas Indonesia U-17 Fokus Jelang Lawan Malaysia

KONI Jatim Kerja Sama dengan Rumah Sakit, Pastikan Perlindungan Kesehatan Atlet Lebih Optimal

16 April 2026 14:52

KONI Jatim Kerja Sama dengan Rumah Sakit, Pastikan Perlindungan Kesehatan Atlet Lebih Optimal

Eksplorasi Rasa, Teh Lokal Jadi Minuman Berkelas di Tangan Mixologist Andal

16 April 2026 05:31

Eksplorasi Rasa, Teh Lokal Jadi Minuman Berkelas di Tangan Mixologist Andal

Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya

15 April 2026 22:05

Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya

Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 4 Persen, 3 Negara Ini Jadi Favorit

15 April 2026 16:11

Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 4 Persen, 3 Negara Ini Jadi Favorit

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H