KETIK, MALANG – Sebanyak 96 unit angkot pelajar gratis Kota Malang bakal mulai beroperasi pada 31 Agustus 2026. Angkot-angkot tersebut akan melayani siswa selama berangkat dan pulang sekolah di 15 rute.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan dalam menunjang operasional angkot pelajar gratis, Pemkot Malang juga menyiapkan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.
"Kita trial dulu tapi secara resmi kita lakukan pada 31 Agustus 2026 pagi pukul 05.00 WIB mereka sudah jalan semua. Kita siapkan kemampuan anggaran Rp1,9 miliar dengan 96 unit," ujarnya, Jumat 28 Agustus 2026.
Rute yang ditempuh masing-masing sopir pun beragam dengan jarak maksimal 17 kilometer. Dalam setiap unit angkot pun diestimasikan mampu menampung 8-10 pelajar.
"Saya upayakan terlebih dahulu adalah mereka memberikan layanan pada pelajar. Soal dia basisnya angkutan ya, (untuk mengangkut selain pelajar) saya kira waktunya tidak akan cukup," tuturnya.
Baca Juga:
Suka Cita Sopir Angkot Kota Malang Sambut Program Pelajar Gratis, Penghasilan Kini Lebih MenjanjikanUntuk sementara ini, rute angkutan pelajar gratis masih menggunakan rute yang sama seperti Bus Halokes milik Disdikbud Kota Malang. Dishub Kota Malang juga menggunakan skema koperasi angkot untuk operasional angkot pelajar gratis.
"Ada satu atau dua koperasi yang selama ini sudah berjalan. Mereka kan berkontrak dengan Dishub Kota Malang," lanjutnya.
Koperasi tersebut akan mengatur shift hingga pendistribusian pendapatan dari masing-masing sopir. Pendapatan dihitung dari jumlah kilometer jarak yang ditempuh selama melayani pelajar di Kota Malang.
"Kira-kira Rp6.000 per kilometer. Tapi sekali lagi, ini adalah hitungan yang sudah jelas sesuai dengan biaya operasional yang sudah dihitung dalam Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Kemenhub," tegasnya.(*)