KETIK, GRESIK – Mulai tanggal 15 September 2026, Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) Jawa Timur tidak lagi menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun, berakhirnya layanan penjaminan JKN tidak serta-merta menghentikan perawatan pasien di RSPG.

"Fokus utama kami saat ini dan ke depan adalah, layanan yang optimal kepada pasien. Kami memohon pengertian masyarakat, jika ada ketidaknyamanan yang terjadi atas ditutupnya layanan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) pada RS Petrokimia Gresik," kata Direktur Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG), dr. Luviana Tyaswulandari.

Luviana menegaskan bahwa berakhirnya layanan penjaminan JKN tidak serta-merta menghentikan perawatan pasien di RSPG. Hal ini berlaku terutama bagi pasien yang membutuhkan life-saving treatment, seperti layanan hemodialisis atau cuci darah.

Pihak rumah sakit memberikan diskresi pelayanan life-saving treatment tersebut hingga Desember 2026. RSPG juga telah menyediakan pusat informasi khusus melalui layanan pelanggan resmi rumah sakit untuk memastikan pasien tetap terfasilitasi dengan aman.

"RS Petrokimia Gresik siap memfasilitasi pasien untuk bisa berobat di jaringan RS Petrokimia Grup lainnya, yakni RS Grha Husada dan RSPG Driyorejo, serta klinik-klinik Faskes Tingkat Pertama masih tetap melayani pasien BPJS Kesehatan," jelasnya.

Baca Juga:
Pastikan Layanan JKN Setara, BPJS Kesehatan Luncurkan Program CX126

Luviana menjelaskan bahwa alasan penghentian layanan JKN sepenuhnya berada di ranah BPJS Kesehatan. Pihaknya menyebut kedua belah pihak telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama pelayanan pasien BPJS Kesehatan tersebut.

Sebanyak 12.000 data pasien BPJS Kesehatan yang terdaftar menggunakan rujukan layanan kesehatan RSPG mulai dialihkan. RSPG juga masih tetap menerima pasien BPJS Ketenagakerjaan dalam hal terjadi kecelakaan kerja.

"Kami berkomitmen penuh agar seluruh proses pelayanan di RSPG berjalan selaras dengan prinsip patient safety, kepatuhan dan integritas yang tinggi" pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Kabut Asap Karhutla Picu ISPA di Sumsel, BPJS Kesehatan Palembang Siap Jamin Pengobatan Pasien