'Mother' (2009): Bukti Bahwa Kasih Ibu Tak Selalu Indah

Jurnalis: Athaya Khaisyah Azira
Editor: Al Ahmadi

22 Des 2025 09:33

Thumbnail 'Mother' (2009): Bukti Bahwa Kasih Ibu Tak Selalu Indah
Still dari film 'Mother' (2009) karya Bong Joon-Ho (Foto: IMDb)

KETIK, SURABAYA – Hari Ibu selalu identik dengan kisah-kisah penuh kehangatan: kasih sayang, pelukan, pengorbanan, dan air mata haru. 

Namun nggak semua film tentang ibu hadir dengan lembut, Mother (2009), film Korea Selatan karya sutradara pemenang Oscar, Bong Joon-ho, justru menawarkan potret keibuan yang jauh lebih kompleks tentang bagaimana kasih sayang bisa berubah menjadi obsesi yang berbahaya.

Film ini berfokus pada seorang ibu tanpa nama (diperankan secara brilian oleh Kim Hye-ja) yang hidup bersama putranya, Do-joon (diperankan oleh Won Bin), seorang pemuda dengan keterbatasan intelektual. 

Kehidupan mereka yang sederhana berubah drastis ketika Do-joon dituduh membunuh seorang siswi. 

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Di tengah sistem hukum yang penuh ketidakadilan, sang ibu mengambil alih peran sebagai penyelidik demi membaskan sekaligus membersihkan nama anaknya.

Alih-alih menampilkan ibu sebagai figur pasif yang hanya menangis dan menunggu keajaiban, Mother menghadirkan karakter ibu yang aktif, keras kepala, dan siap melakukan apa pun, hingga tak memedulikan batas moral, demi anaknya. 

Dari sinilah film ini bergerak ke arah yang lebih gloomy: kasih sayang ibu yang awalnya terasa tulus perlahan menjelma menjadi obsesi. Penonton diajak bertanya, sampai sejauh mana cinta seorang ibu bisa dibenarkan?

Bong Joon-ho dengan cermat meruntuhkan romantisasi sosok ibu. Ia menunjukkan bahwa cinta yang berlebihan, terutama ketika bercampur dengan rasa bersalah, trauma, dan ketakutan kehilangan, dapat melahirkan keputusan-keputusan ekstrem. 

Baca Juga:
Weekend Anti Gabut: 6 Film Horror Komedi Indonesia yang Siap Menghibur Kamu

Mother tidak menghakimi, tetapi juga tidak membenarkan. Kekuatan film ini terletak pada jalan ceritanya yang terkesan abu-abu dan membuat penonton tidak nyaman.

Menariknya, Mother juga menyimpan twist penting di tengah hingga akhir cerita yang perlahan mengubah cara penonton memandang perjuangan sang ibu. 

Bong Joon-ho membangun kejutan ini secara subtil, tanpa efek dramatis berlebihan, sehingga dampaknya justru lebih terasa!

Salah satu momen paling ikonik adalah adegan sang ibu menari sendirian di hamparan rumput, sebuah adegan yang nyaris tanpa dialog, tetapi sarat makna, dan hingga kini dianggap sebagai salah satu adegan legendaris dalam sejarah perfilman Korea Selatan.

Film ini mengingatkan bahwa keibuan bukanlah konsep tunggal yang selalu indah. Ada sisi gelap, rapuh, dan berbahaya yang sering kali disembunyikan demi menjaga narasi ideal tentang seorang ibu. 

Dengan cara ini, Mother justru mengajak kita memandang sosok ibu sebagai manusia seutuhnya, dengan segala kompleksitas emosinya.

Oh iya, bagi Ketikers yang tertarik untuk menonton, Mother mengandung adegan kekerasan serta unsur seksual yang dapat mengganggu sebagian penonton. 

Film ini ditujukan untuk penonton dewasa, sehingga disarankan untuk menonton secara bijak dan mempertimbangkan batas kenyamanan masing-masing, ya!

Baca Sebelumnya

Sosok Laksda TNI Ali Triswanto, Dankodaeral V Surabaya Penjaga Kedaulatan Laut dan Kelestarian Lingkungan

Baca Selanjutnya

Pramuka Jember Kumpulkan Rp100 Juta untuk Bantu Korban Bencana Sumatera, Ketua Kwarcab: Luar Biasa!

Tags:

Mother Hari Ibu Film Film Korea Korea Selatan Mother 2009 Bong Joon-Ho

Berita lainnya oleh Athaya Khaisyah Azira

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

4 Januari 2026 15:01

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

1 Januari 2026 23:01

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

1 Januari 2026 11:01

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

1 Januari 2026 10:02

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

31 Desember 2025 23:01

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

Kota Surabaya dan Probolinggo Diprakirakan Berawan 30 Desember 2025, Cek Info Cuaca Jawa Timur

30 Desember 2025 11:43

Kota Surabaya dan Probolinggo Diprakirakan Berawan 30 Desember 2025, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H