KETIK, GRESIK – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Saifullah Yusuf meninjau langsung suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Selain itu, ia juga memperkenalkan Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat kepada ratusan siswa dan siswi. 

Program ini merupakan kegiatan pendampingan karakter bagi siswa baru oleh ribuan taruna TNI dan Polri, yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial untuk menanamkan disiplin, kepemimpinan, dan cinta tanah air di ratusan titik sekolah di Indonesia dengan penugasan lima orang taruna di setiap titik sekolah. 

Taruna Bhakti ini berperan sebagai Kakak Asuh atau teladan kedisiplinan serta manajemen hidup bagi para siswa dari keluarga prasejahtera selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Mereka juga memberikan tujuh materi pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan penguatan mental pejuang serta Pencegahan Kekerasan. Mengawal komitmen sekolah bebas dari perundungan (bullying), kekerasan fisik/seksual, dan intoleransi.

Baca Juga:
Buka Peluang Rantai Pasok Nasional, Bupati dan Kapolres Gresik Resmikan Gedung IKM Logam Menganti

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa maksud kehadiran Taruna di Sekolah Rakyat adalah untuk menjadi role model kedisiplinan dan melatih manajemen hidup berasrama.

"Di sini mereka akan membimbing siswa siswi Sekolah Rakyat dalam kegiatan kepimpinan dan ekstrakurikuler misalnya kepramukaan, baris berbaris, menata tempat tidur, merawat barang barang pribadi yang nantinya bisa disiplin dan tertib setiap hari," ujarnya. 

Pesan lain yang ditekankan Gus Ipul dalam kegiatan ini adalah tidak boleh ada bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi.

"Tiga hal ini adalah garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun termasuk oleh kita semua. Maka jika melihat hal-hal seperti itu terjadi kita punya kewajiban untuk menghentikannya, membimbing dan kemudian mengarahkannya untuk berbuat yang lebih positif," tegasnya.

Baca Juga:
Mensos: Kabupaten Bandung Jadi Daerah Terdepan Siapkan Sekolah Rakyat

Gus Ipul juga mengapresiasi Kabupaten Gresik karena berhasil memenuhi kuota murid yang ditetapkan oleh Kemensos RI. 

"Luar biasa Gresik berhasil memenuhi kuota murid mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Di Kabupaten lain, jenjang SD banyak yang tidak terpenuhi berbeda dengan Gresik, terpenuhi semua," pungkasnya. 

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik sendiri dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas sebanyak 405 siswa.

Rinciannya terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 60 siswa asal Kabupaten Lamongan, serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik. Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara pengentasan kemiskinan di Indonesia. 

Kunjungan Menteri Sosial RI ini dihadiri juga oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Umi Khoiroh, dan Dinas Sosial Jawa Timur.(*)