KETIK, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan berkolaborasi dengan BPS Kota Palembang menggelar acara "Semarak Wong Kito Sensus Ekonomi 2026" di Pelataran Benteng Kuto Besak, Minggu, 28 Juni 2026. 

Acara ini dihadiri Menteri Sosial RI, Drs. H. K. Saifullah Yusuf, Kepala BPS RI, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, Walikota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa. 

Semarak Wong Kito merupakan kolaborasi BPS Provinsi Sumsel dan BPS Kota Palembang untuk menyemangati seluruh petugas, total sebanyak 7588 orang petugas dari Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan, yang telah turun ke lapangan secara door to door mulai 15 Juni 2026 kemarin.

Petugas Sensus ekonomi Kota palembang

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widiasanti. Beliau mengungkapkan terima kasih kepada Menteri Sosial, Gubernur Sumatera Selatan, dan semua jajaran pemerintah se-Sumatera Selatan. 

Baca Juga:
Tak Hanya Warga! Cak Nur Juga Ikut Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berikan Data Akurat

Beliau juga berpesan kepada seluruh petugas lapangan agar mengedepankan sikap sabar, senyum, dan sopan dalam melayani masyarakat.

 "Capek boleh, ketus jangan. Senyum terus, karena kita hadir di tengah-tengah masyarakat," tegasnya. 

Beliau juga mengingatkan kembali dua komitmen utama petugas: "satu. Jangan ada yang terlewat, dua. Data harus akurat. Jaga integritas. Dengan itu, Sensus Ekonomi 2026 pasti sukses.

Dalam wawancara singkat dengan awak media, beliau menegaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak ada kontribusi dengan pajak, masyarakat tidak perlu khawatir, semua data dijaga kerahasiaannya.

Baca Juga:
Kemensos Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Kehadiran Menteri Sosial RI, Drs. K. H. Saifullah Yusuf, menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap pendataan ekonomi sebagai dasar penyaluran program perlindungan sosial yang tepat sasaran. 

Pelaksanaan sensus tahun ini sejalan dengan Instruksi Presiden tentang Konsolidasi Data Nasional 2025 di era Presiden Prabowo.

 "Selama ini data kita belum akurat karena dikelola banyak lembaga. Tapi semua data kementerian dan pemda akan disatukan. Pengolahannya dilakukan secara profesional oleh BPS," ujarnya. Mengusung slogan _"Sensus Ekonomi milik rakyat"_.

Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada para "pejuang-pejuang sensus". "Yang saya cintai dan banggakan, petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026. Tetap Semangat, Semangat dalam petugas. Semangat selalu," ujar Herman Deru. Begitupun masyarakat yang siap untuk di sensus.

Turut hadir juga dalam acara Anggota DPD RI, Dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, para Bupati/Wali Kota se-Sumsel, serta jajaran Kepala BPS Kab/Kota se-Sumsel, Kepala Dinas, pimpinan instansi vertikal se-Sumatera Selatan, tokoh masyarakat Sumatera Selatan, Anuar Fuadi, Helmi Yahyah, dan semua petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Palembang.

Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, akan tetapi merupakan upaya bersama untuk menghasilkan gambaran Sumatera Selatan yang akurat, lengkap, dan terkini. Data yang dihasilkan adalah pondasi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, dan untuk merencanakan kebijakan Ekonomi yang lebih tepat sasaran. 

Sensus Ekonomi diibaratkan BPS sebagai rekaman medis perekonomian, instrumen pengecekan dan melihat kondisi terakhir dari ekonomi Sumatera Selatan maupun di seluruh Indonesia. 

BPS menegaskan data Sensus Adalah milik bersama, untuk mewujudkan satu data terpercaya. 

Acara juga dimeriahkan dengan senam bersama dan pembagian doorprize untuk petugas sensus yang hadir. Dan ditutup dengan yel-yel Sensus Ekonomi, dipimpin oleh Kepala BPS RI: "SE 2026 siap laksanakan, Siap sukseskan!" "SE 2026 mencatat Ekonomi Selatan. (*)