KETIK, SIDOARJO – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan saat ini stok pangan, berupa beras aman menghadapi musim kemarau 2026. Hal ini sekaligus tidak akan menganggu ketahanan pangan nasional.
Pernyataannya itu ia sampaikan pada saat kunjungan kerja di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki stok swasembada beras di gudang sebanyak 5,2 juta ton. Jumlah ini, katanya merupakan angka tertinggi sejak Indonesia merdeka.
"Dulu saat terjadi El Nino, kami ada stok beras nasional sekitar 1,5 juta ton. Sekarang ada sekitar 5,2 juta ton," katanya.
Dengan adanya stok beras yang dinilainya cukup untuk menghadapi musim kemarau, ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan khawatir akan kekurangan stok bahan pangan.
Baca Juga:
Selesai dengan Diri, Mengabdi Sepenuh Hati: Amran Sulaiman Menteri PertanianSelain memastikan stok beras aman. Amran juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempertahankan ketahanan pangan dan melindungi produk pertanian.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan menyediakan irigasi seluas 900 ribu hingga 1 juta hektare lahan, penggunaan benih tahan kekeringan, pompanisasi, pembangunan sumur dalam dan perbaikan jaringan irigasi.
Sebagaimana diketahui, musim kemarau berdampak pada dunia pertanian, seperti berkurangnya ketersediaan air bersih, turunnya produktivitas petani hingga risiko gagal panen.
Di Jawa Timur sendiri, terdapat 14 daerah yang telah mengumumkan darurat kekeringan. Berdasarkan keterangan BPBD Jatim, daerah itu di antaranya, Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, dan Situbondo. (*)