KETIK, MALANG – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., membagikan resep suksesnya di hadapan mahasiswa lintas kampus dalam acara Studentpreneur Boot Camp 2026 yang digelar di Hall GKB IV Lantai 9, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026).
Naik ke atas panggung, Amran langsung menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang tanpa proses jatuh bangun. Ia mengatakan siapa pun yang ingin sukses harus siap merasakan kerugian terlebih dahulu, karena keuntungan pada dasarnya hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang membangun sebuah usaha.
"Kalau mau sukses, rasakan dulu rugi, rugi, rugi. Kalau mau untung, prinsipnya sedikit," ujar Amran.
Ia menekankan bahwa kunci utama dari sebuah usaha bukan semata pada besar kecilnya keuntungan, melainkan pada konsistensi menjaga kepercayaan. Kepada mahasiswa Muhammadiyah yang hadir, ia berpesan agar prinsip itu terus dipegang teguh, dibarengi dengan sikap taat dan kerja keras — yang ia gambarkan melalui ungkapan bahasa arab "sami'na wa atha'na" (kami dengar dan kami taat, red).
Lebih jauh, Amran menyampaikan formula sukses yang menjadi sorotan banyak peserta: bangun subuh, kerja keras, bertindak besar, dan konsisten. Ia meyakini siapa pun yang menjalankan keempat prinsip tersebut secara istiqamah akan sampai pada kesuksesan, dengan mengutip ayat Al-Qur'an Surah Ar-Ra'd ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah keadaan dirinya.
Baca Juga:
Tanpa Basa-Basi! Menteri Pertanian RI Langsung MoU bersama UMM, Kolaborasi Dukung Pengusaha Muda"Innallaha la yughayyiru ma bi qawmin hatta yughayyiru ma bi anfusihim. Jelas-jelas ayat sudah dijelaskan," tegasnya.
Pernyataan yang tak kalah menggugah datang saat Amran menyinggung soal proses belajar dari kegagalan. Ia menyebut bahwa "jurusan" terbaik bagi siapa pun yang ingin berhasil bukanlah jurusan akademik tertentu, melainkan pengalaman menghadapi kesulitan itu sendiri.
"Jurusan paling hebat adalah jurusan penderitaan," ujarnya, disambut riuh tepuk tangan mahasiswa yang memadati ruangan. (*)