KETIK, MALANG – Suasana penjualan pernak-pernik Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2026 ini dirasakan cukup berbeda oleh pedagang bendera musiman di Kota Malang. Meski harga bendera tidak mengalami kenaikan dan sama seperti tahun lalu, namun daya beli masyarakat cenderung menurun.

Salah seorang pedagang bendera musiman yang berjualan di pinggir Jalan Mayjen M Wiyono Kecamatan Blimbing, Gantar mengungkapkan, telah membuka lapak sejak tanggal 25 Juli dan akan berjualan hingga 16 Agustus. Kendati demikian, ia mengaku penjualan tahun ini terasa lebih sepi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. 

"Kalau harga sama, tidak ada kenaikan. Biasanya di tanggal-tanggal segini sudah ramai, tetapi sekarang sepi pembeli," ujarnya kepada Ketik.com, Selasa, 4 Agustus 2026. 

Di lapaknya tersebut, Gantar menjual bendera merah putih dengan beragam bentuk dan ukuran. Mulai dari bendera ukuran standar, umbul-umbul, bentuk background, hingga tiang bambu. 

"Untuk bendera ukuran standar, harganya mulai Rp 15 ribu dan paling mahal Rp 20 ribu. Sedangkan yang bentuk background dengan panjang 5 meter, dijual berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu," bebernya. 

Baca Juga:
Gemas Banget! Anak-anak TK An-Nuur Antusias Bikin Lukchup Tailan di Hotel Tuwuh Malang, Belajar Jadi Chef Sejak Dini

Dari berbagai jenis tersebut, ia mengaku umbul-umbul masih menjadi model bendera yang paling banyak diminati masyarakat. Karena dapat dipasang untuk menghiasi pinggir jalan maupun kawasan gang. 

Meskipun saat ini penjualan masih terbilang lengang, Gantar mengaku optimistis penjualan bendera akan meningkat beberapa hari jelang HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang. 

"Masih ada beberapa hari lagi bagi masyarakat untuk membeli bendera. Karena waktunya yang lama, saya optimis penjualan akan meningkat," jujurnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Suwartono mengaku hendak membeli umbul-umbul merah putih yang akan dipasang di halaman rumahnya yang terletak di Kecamatan Blimbing.

Baca Juga:
Diduga Gelapkan Rp500 Juta, Pengusaha Koperasi di Malang Jadi Tersangka

"Ini mau beli umbul-umbul untuk dipasang di rumah. Sebenarnya yang lama masih ada, tetapi warnanya sudah pudar," ungkapnya. 

Ia menambahkan, bahwa tidak selalu memaksakan diri membeli bendera baru setiap tahunnya. Namun, demi menjaga kerapian serta menyemarakkan suasana perayaan kemerdekaan di lingkungan tempat tinggalnya, ia mengganti umbul-umbul yang lama dengan yang baru. 

"Kalau yang lama masih bagus, ya enggak beli. Tetapi karena kondisinya sudah tidak layak, mau tidak mau harus beli umbul-umbul baru," pungkasnya.