KETIK, SLEMAN – Langkah konkret penyelamatan lingkungan mewarnai momentum peringatan hari jadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Kabupaten Sleman yang ke-34.

BUMD pengelola air bersih ini menggelar penyaluran bibit tanaman secara masif untuk pemulihan lahan kritis di kawasan lereng Gunung Merapi. Langkah ekologis tersebut dipadukan langsung dengan puncak perayaan Hari Bakti yang dipusatkan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Daengan, Kantor Unit Depok, Sleman, pada Sabtu 7 November 2026.

Kehadiran jajaran pejabat teras Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan arti penting acara tersebut. Bupati Sleman Harda Kiswaya hadir langsung mendampingi jalannya acara bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman.

Turut hadir pula jajaran kepala dinas serta jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemkab Sleman. Mereka menyaksikan langsung komitmen PDAM dalam menjaga ketahanan air daerah dari wilayah hulu.Peringatan tahun ini mengusung tema "Bersatu dalam Sinergi Bertransformasi Wujudkan Misi".

Tema ini dipandang bukan sekadar slogan perayaan tahunan. Direktur PDAM Tirta Sembada, B Edy Nugroho, menegaskan bahwa tema tersebut menjadi pemacu arah gerak perusahaan ke depan. Sinergi seluruh elemen internal dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci utama kelangsungan BUMD ini.

Baca Juga:
Tembus Enam Besar Nasional, 12 Atlet SOIna DIY Sabet 17 Medali di Kupang

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat inovasi, serta menjaga kualitas pelayanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat Sleman ke depan," tegas Edy Nugroho di sela-sela perayaan.

Penyerahan bibit tanaman dalam rangkaian Hari Bakti ke-34 PDAM Tirta Sembada Sleman, secara simbolis oleh Wabup Danang Maharsa pada Kepala DLH Sleman Junaidi sebagai bentuk komitmen pemulihan lahan kritis di kawasan lereng Gunung Merapi. (Foto:Pemkab Sleman)

Evaluasi Operasional dan Komitmen Pelayanan Publik

Langkah penanaman pohon dan penyaluran bibit tanaman di lereng Merapi disalurkan melalui skema program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Langkah ini dinilai strategis. Kawasan lereng Merapi merupakan resapan air utama yang menentukan ketersediaan pasokan air tanah bagi jutaan warga Sleman. Tanpa vegetasi yang kuat di kawasan atas, ancaman krisis air bersih dapat membahayakan ketahanan daerah dalam jangka panjang.

Baca Juga:
Lebih dari Tiga Dekade Mengabdi di Sleman: Perjalanan Samino dari Birokrasi hingga Pimpin Dinas Kebudayaan

Selain aksi penanaman pohon di kawasan resapan, manajemen menggelar serangkaian kegiatan kepedulian sosial dan internal secara maraton. Rangkaian tersebut diawali dengan aksi donor darah bagi kemanusiaan dan penyaluran bantuan bakti sosial untuk warga sekitar. Jajaran direksi dan karyawan juga menggelar doa bersama demi kelancaran operasional pasokan air.

Manajemen PDAM Sleman juga tak melupakan sejarah keberhasilan perusahaan. Mereka menggelar agenda anjangsana dengan mendatangi kediaman para mantan direktur serta para pensiunan pegawai PDAM Tirta Sembada. Silaturahmi ini digelar sebagai bentuk penghormatan atas fondasi layanan air bersih yang telah dibangun para pendahulu sejak puluhan tahun silam.

Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi terbuka atas capaian kinerja manajemen dan jajaran operasional PDAM Tirta Sembada di usianya yang ke-34. Meski demikian, Bupati Harda memberikan sederet catatan penting. Ia meminta seluruh pengurus hingga staf lapangan tidak berpuas diri dengan pencapaian yang ada saat ini. Kedisiplinan kerja, ketegasan sikap, dan profesionalisme tinggi harus terus dijaga dalam setiap aspek operasional.

"Lakukan evaluasi rutin secara berkala, untuk mencegah potensi kesalahan operasional serta memperkuat koordinasi antara PDAM dan Pemda Sleman dalam hal pembangunan infrastruktur air bersih," tegas Harda Kiswaya saat memberikan arahan.

Menutup pengarahannya, Bupati Sleman menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jajaran PDAM Tirta Sembada. Ia menginstruksikan seluruh pegawai untuk terus menjaga kerukunan internal dan memprioritaskan kualitas pelayanan publik bagi warga Sleman.

Dirinya mewanti-wanti agar jajaran PDAM Sleman menjauhi segala bentuk praktik korupsi dan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas. (*)