Menjaga Api Kejujuran di Tengah Zaman: Bambang Sutrisno dan Warisan Sunyi Ajaran Samin

Jurnalis: Sukiman
Editor: Muhammad Faizin

4 Jan 2026 06:42

Headline

Thumbnail Menjaga Api Kejujuran di Tengah Zaman: Bambang Sutrisno dan Warisan Sunyi Ajaran Samin
Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono bersama Bambang Tokoh Samin. (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap memaksa orang berlari lebih cepat dari nuraninya, Bambang Sutrisno justru memilih melangkah perlahan. Tenang. Teguh. Ia tidak sedang melawan zaman, tetapi merawat nilai—nilai yang diwariskan turun-temurun dari leluhurnya, ajaran Samin, yang telah hidup lebih dari satu abad di tanah Bojonegoro.

Sebagai generasi kelima sedulur sikep, Bambang memikul warisan yang sederhana namun berat: kejujuran, kesabaran, kerja sungguh-sungguh, dan keikhlasan. Nilai-nilai inilah yang baru-baru ini mendapat pengakuan negara melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 kategori masyarakat adat. Sebuah penghargaan yang datang tanpa diminta, dan diterima dengan lapang dada.

“Ini bukan prestasi pribadi,” ujar Bambang pelan. “Ini bentuk apresiasi pemerintah kepada kami sebagai generasi penerus Ajaran Samin. Kami bangga, tapi juga merasa ini amanah," ujar Bambang pada Sabtu, 3 Januari 2026. 

Bagi Bambang, tantangan terbesar menjaga ajaran Samin di era modern bukanlah teknologi atau perubahan sosial. Tantangan itu justru terletak pada konsistensi menjalankan nilai, terutama di kalangan generasi muda. Ia percaya, jika pitutur Samin benar-benar dipraktikkan, hidup akan menemukan jalannya sendiri.

Baca Juga:
Tiba-Tiba Hadir di Kantor Pengadilan Agama, Bupati Bojonegoro Harap Ada Terobosan Pelayanan Masyarakat

Ajaran itu sederhana dan membumi: jujur, sabar, trokal, dan narima. Trokal berarti berusaha dengan sungguh-sungguh, sementara narima adalah menerima hasil dengan ikhlas. Tidak berlebihan, tidak mengeluh.

 

Foto Wakil Bupati  Hj Nurul  Azizah bersama  warga SaminWakil Bupati Hj Nurul Azizah bersama warga Samin. (Foto: Sukiman/Ketik.com) 

 

Baca Juga:
Bupati Bojonegoro Hadiri Resepsi dan Awarding HPN 2026, Dukung Langkah PWI Tingkatkan Kompetensi Wartawan

“Kalau kita sudah jujur, sabar, dan berusaha, apa pun hasilnya harus diterima dengan lapang dada,” katanya. Bahkan ketika nilai-nilai itu tak dipahami orang lain, ajaran Samin mengajarkan satu hal penting: tetap ikhlas, baik saat dipuji maupun saat dikritik.

Bambang adalah putra Mbah Hardjo Kardi, generasi keempat dari Samin Surosentiko, pendiri ajaran Samin. Ia tinggal di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Bojonegoro—sebuah kawasan yang hingga kini masih memelihara kesederhanaan hidup. Di sanalah nilai perlawanan tanpa kekerasan dan hidup selaras dengan sesama terus dijaga.

Menurutnya, ajaran Samin bersifat universal dan tidak bertentangan dengan agama apa pun. Lima tuntunan utama menjadi pegangan hidup: tidak mengambil hak orang lain, tidak membeda-bedakan sesama karena semua adalah saudara, berpikir sebelum berbicara, serta memiliki empati—merasakan apa yang dirasakan orang lain sebelum bertindak.

“Ajaran Samin ini sebenarnya sifat dasar manusia,” tutur Bambang. “Kita semua sudah dibekali watak itu sejak lahir. Tinggal mau atau tidak menerapkannya.”

Karena itulah, ia tak pernah menganggap menjadi Samin sebagai sesuatu yang istimewa. Semua manusia lahir setara, dengan tujuan yang sama: mencari ketenteraman hidup.

Dalam upaya pelestarian, Bambang juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kebijakan penggunaan udeng dan pakaian adat Samin bermotif Obor Sewu oleh ASN dinilainya membawa dampak besar. Dari yang semula tak mengenal Samin, kini banyak orang mulai bertanya, lalu memahami.

Motif Obor Sewu sendiri bukan sekadar ornamen. Sejak 2019, motif ini disepakati sebagai identitas yang tidak diperjualbelikan secara bebas. Tujuannya sederhana: agar siapa pun yang mengenakannya memiliki kebanggaan dan cerita—pernah datang, pernah mengenal Samin. Kini, lewat kebijakan pemerintah daerah, makna itu menjangkau lebih banyak orang.

Menjelang akhir 2025, Bambang kembali merendah. Ia menyebut dirinya hanyalah simbol. Penghargaan AKI 2025 dari Menteri Kebudayaan, katanya, adalah hasil kerja banyak pihak—pemerintah, pemerhati budaya, dan para leluhur yang mewariskan ajaran tanpa pamrih.

“Ajaran Samin tidak mengajarkan meminta,” ucapnya. “Kalau diberi dengan ikhlas, baru kami terima. Itu pesan leluhur.”

Kepada generasi muda Bojonegoro dan Indonesia, Bambang menyampaikan pesan sederhana namun dalam. Jika ada nilai Ajaran Samin yang dianggap kurang baik, silakan dikritik. Namun jika dinilai baik, mari dijalankan bersama. Sebab Samin berarti sami-sami—semua sama.

Dan pada akhirnya, seperti api kecil yang dijaga agar tak padam, tujuan seluruh ajaran itu hanya satu: mencari ketenteraman hidup. (*)

Baca Sebelumnya

Reset Kebiasaan Malas Sejak Pagi: Cara Sederhana agar Hidup Lebih Produktif Setiap Hari

Baca Selanjutnya

Rencana Gila Trump: AS “Kelola Sementara” Venezuela Beserta Minyaknya, Tolak Tokoh Demokrasi

Tags:

Bupati Bojonegoro #Bersama tokoh Samin Bambang #Lestarikan budaya samin Samin

Berita lainnya oleh Sukiman

Bojonegoro Kini Miliki 16 Desa Cantik, Tiga Desa Resmi Terima Penghargaan di 2026

16 April 2026 12:36

Bojonegoro Kini Miliki 16 Desa Cantik, Tiga Desa Resmi Terima Penghargaan di 2026

Polres Bojonegoro Ungkap Dua Kasus Curanmor, Dua Pelaku Diamankan

15 April 2026 20:01

Polres Bojonegoro Ungkap Dua Kasus Curanmor, Dua Pelaku Diamankan

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

14 April 2026 16:59

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

14 April 2026 15:30

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 15:10

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

13 April 2026 18:15

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H