Menilik Tradisi Ruwahan Lintas Agama "Ngapem Bareng" di Kampung Miliran Kota Yogyakarta

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

26 Feb 2024 04:56

Thumbnail Menilik Tradisi Ruwahan Lintas Agama "Ngapem Bareng" di Kampung Miliran Kota Yogyakarta
Suasana rangkaian acara tradisi Ruwahan kampung Miliran.( Foto: Hartoyo for Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Ruwahan merupakan sebuah tradisi mengirim doa dan memohonkan keselamatan arwah-arwah leluhur yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat. Tanpa terbatasi oleh perbedaan agama serta kepercayaan yang ada, tradisi ini menjelma menjadi sebuah budaya yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Termasuk di kampung Miliran, Kelurahan Muja-Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang dikenal menjunjung tinggi pluralisme dan berkeinginan untuk berperan serta dalam melestarikan tradisi yang sudah berkembang menjadi sebuah budaya. Tidak seluruh warga Miliran merupakan etnis Jawa dan tidak semua adalah muslim. Sehingga meski lekat dengan unsur Jawa dan Islam, tradisi Ruwahan dan Nyadran di Kampung Miliran dimaknai sebagai momentum kebersamaan seluruh warga.

Humas Kirab Apem Tradisi Ruwahan Kampung Miliran, Hartoyo, menyampaikan kebudayaan inilah yang akan mengingatkan dan menghadirkan pentingnya solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu adanya tradisi Ruwahan juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan serta gotong royong umat bergama yang ada di kampung Miliran. Sekaligus juga sebagai sarana penghubung komunikasi yang baik antar warga.
Ia sebutkan tradisi Ruwahan ini melambangakan betapa beragamnya dan toleransinya warga kampung Miliran Yogyakarta, di tengah gempuran gerakan ekstrim yang kerap kali terjadi di Yogyakarta.

"Semoga saja tradisi ini bisa menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta bahwa keragaman dan toleransi sudah menjadi cikal bakal penduduk Indonesia. Begitu juga ke depannya tradisi ini menjadi tradisi rutin di kampung Miliran Yogyakarta," harap Hartoyo, Minggu (25/2/2024). 

Diungkapkan oleh Hartoyo, jika menilisik perkataan mbah Warto, salah satu tokoh atau sesepuh di kampung Miliiran, tradisi ini sudah ada sejak lama sebagai satu kebiasaan. Tujuannya adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga kesinambungan antar umat beragama yang ada di kampung Miliran Yogyakarta.
 

Foto Para peserta Kirab tetap khidmad mengikuti jalannya acara meski dalam kondisi cuaca hujan. (Foto: Hartoyo for Ketik.co.id)Para peserta Kirab tetap khidmat mengikuti jalannya acara meski dalam kondisi cuaca hujan. (Foto: Hartoyo for Ketik.co.id)

Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Warga Kota Yogyakarta Bakal Dimanjakan Program Wamira

 

Untuk itulah warga dari 16 RT dari 4 RW yang ada di Miliran, selama sehari menggelar rangkain acara tradisi Ruwahan kampung Miliran.

Kegiatan tersebut seluruh warga RT 13 membuat apem bersama di pos ronda RT13, dari pukul 08.00 - 11.00 WIB.

Selanjutnya pada pukul 11.00 WIB membagikan apem ke warga. Kemudian pada pukul13.45 WIB, seluruh RT kampung Miliran (16 RT) mengumpulkan sebagian apem ke Balai Warga Miliran.

Baca Juga:
Proyek Jembatan Kewek Masuk Tahap Finalisasi DED, Pemkot Yogyakarta Lakukan Uji Tanah

Serta puncak acara dilakukan Kirab Apem yang diikuti oleh seluruh warga kampung Miliran lengkap dengan  Bregodo prajurit.

Menurut Hartoyo, menariknya mulai tahun 2023 lalu tradisi ini dilakukan secara besar- besaran dengan penggagas warga RT 13 Kampung Miliran. Pada tahun lalu, warga  RT 13 menyelenggarakan tradisi ini menjelang bulan suci Ramadan. Sementara bentuk kegiatannya berupa perkumpulan warga. Serta membagi bagikan apem keseluruh warga setempat baik yang beragama Islam, Khatolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Khonghucu. Kegiatan pembagian apem juga menyasar kepada para mahasiswa yang notabenya bukan warga kampung Miliran tetapi tinggal di kampung tersebut.

Pria yang juga ketua RT 13 Miliran ini juga menyampaikan, untuk tahun 2024 ini pegelaran tradisi Ruwahan di laksanakan oleh warga kampung Miliran dengan diikuti oleh 16  RT yang ada di kampung Miliran Yogyakarta. Serta mengangkat tema Tradisi Ruwahan   “Ngapem Bareng Lintas Agama Kampung Miliran".

Acara Kirab Apem tersebut mengambil titik pemberangkatan di Balai Warga Miliran. Dengan rute Jalan Hibrida - jl Miliran - jl Kenari - jl Tanjung VI, Jokbur Kebarat- Jl Pusponyidro- jl Timoho II - jl Venus. Sementara finishnya di lahan Laudatosi RT. 01, RW 001, kampung Miliran.

Foto Gunungan apem turut menyemarakan kegiatan Kirab di Kampung Miliran ini. (Foto: Hartoyo for Ketik.co.id)Gunungan apem turut menyemarakan kegiatan Kirab di Kampung Miliran ini. (Foto: Hartoyo for Ketik.co.id)

Dalam pelaksanaannya, meski ditengah cuaca hujan. Namun para peserta Kirab tetap melaksanakan kegiatan tersebut dengan penuh semangat.

Adapun  rangkaian acara tersebut, adalah: kirab Gunungan Apem bersama dengan Prajurit Bregada “Guyub Rukun Migunani” Kampung Miliran. Kemudian, Doa Lintas Agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan Khonghucu. Serta Dhahar Kembul atau makan bersama yang diikuti seluruh perwakilan elemen yang ada di Kampung Miliran.

Disebutkan pula oleh Hartoyo, seluruh warga menyadari bahwa mereka hidup dalam ruang bersama, yang di dalamnya kultur bersama juga diciptakan. Semangat kebersamaan dan prinsip kewargaan ini menjadi pesan yang akan terus digaungkan oleh komunitas Kampung Miliran.
Sementara sesepuh kampung, seperti mbah Warto menjadi sumber pengetahuan yang dihargai dan akan dilestarikan pemaknaannya oleh generasi muda kampung Miliran kota di Yogyakarta ini.

Sedangkan hikmah yang bisa dipetik dari tradisi ini salah satunya adalah keikhasan untuk saling memaafkan, sebagai persiapan mental sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Tradisi Ruwahan, yang biasanya juga diikuti dengan tradisi “Nyadran” di makam kampung atau keluarga, mengajak kita untuk terus ingat pada kematian. (*)

Baca Sebelumnya

Trending Sepekan: Deretan Caleg Berpotensi Lolos ke Senayan hingga Kadis PUPR Kota Malang Diduga Main TikTok saat Dialog

Baca Selanjutnya

Camp Inkubasi HIMA Persis, Upaya Lahirkan Peneliti Unggul untuk Indonesia Emas 2045

Tags:

Apeman Ruwahan Nyadran Kirab Apem Dhahar Kembul Kampung Miliran Umbulharjo Pemkot Yogyakarta

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar