KETIK, SURABAYA – Busan International Film Festival (BIFF) 2026 merupakan festival film terbesar di Asia. BIFF berfokus mengenalkan film-film baru dan sutradara yang baru pertama kali berkarya. Bagi film yang berhasil memenangkan kompetisi utama dalam festival ini, dapat memperoleh jalur kualifikasi langsung untuk dipertimbangkan pada kategori Best International Feature Film di Oscar. Dikutip dari akun Instagram resmi BIFF 2026 @busanfilmfest pada 4 September 2026. Festival ke-31 ini akan digelar pada 6-15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan.
Menariknya, beberapa film dari nusantara resmi masuk dalam jajaran Busan International Film Festival 2026. Dua di antaranya akan berkompetisi pada kategori utama. Berikut beberapa film Indonesia yang tembus pada BIFF 2026:
1. Laut Bercerita/The Sea Speaks His Name (karya Yosep Anggi Noen)
Film yang diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori ini resmi berkompetisi melawan berbagai film internasional lainnya pada kategori Main Competition BIFF 2026. Hal ini menjadi momen penayangan perdana sebelum film ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 Oktober 2026.
Dikutip dari Instagram resmi @filmlautbercerita, film dari rumah produksi Pal8 Pictures ini mengikuti kisah Biru Laut, seorang mahasiswa di Yogyakarta memutuskan bergabung dengan kelompok studi Winatra. Bersama Daniel, Alex, Sunu, sahabatnya, Biru Laut menyadari betapa tak mudah memperjuangkan kebebasan berekspresi. Walau begitu, mereka terus bergerak hingga akhirnya suatu saat Laut dan kawan-kawannya menghilang tanpa kabar. Bapak, Ibu adik Laut, Asmara Jati dan kawan-kawan Laut bertahun-tahun mencari jawaban tentang mereka yang hilang.
Baca Juga:
OST 'Matilah Kau Mati' Bikin Penggemar Laut Bercerita Sesegukan, Film Tayang 29 Oktober2. Ibuku/My Mother (karya Eddie Cahyono)
Film yang dibintangi oleh Christine Hakim, Ayu Shita itu resmi mengikuti kompetisi pada kategori Main Competition BIFF 2026. Dikutip dari akun Instagram resmi milih sang sutradara dan produser, Eddie Cahyono (@eddie_cahyono) dan Tika Bravani (@tikabravani). Sebelumnya, film ini telah memenangkan penghargaan dari White Light Asian Project Maker.
Baca Juga:
Film Panjang Adaptasi Novel Mega Best Seller "Laut Bercerita" Bakal Tayang di Bioskop 2026!
Film ini bercerita tentang seorang Ibu yang berusaha bertemu kembali dengan putrinya yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi setelah dituduh telah membunuh majikannya.
3. Empat Musim Pertiwi/Four Seasons in Java (karya Kamila Andhini)
Film dari rumah produksi Forka Films ini juga resmi mengikuti kompetisi dalam kategori A Window on Asian Cinema BIFF 2026 pada tanggal yang sama saat ditayangkan di bioskop, 8 Oktober 2026.
Film ini mengikuti Pertiwi, seseorang yang ingin pulang dan kembali di tempat ia lahir dan besar selama 20 tahun lamanya. Namun, pulang tidak semudah itu, warga takut akan kehadirannya, bahkan keluarganya tidak menerimanya.
4. aLPa (karya Dhiwangkara Seta)
Dikutip dari unggahan Instagram rumah produksi Qun Films @qunfilms pada 4 September 2026. Bahwa, film ini akan berkompetisi pada bulan Oktober 2026 dengan kategori Wide Angle: Asian Short Film Competition FIBB 2026. Film ini dikembangkan melalui program Layar Indonesia 2025 dengan dukungan dari Kementrian Kebudayaan Indonesia.(*)