Mengenal Tradisi Wayang Wahyu, Jembatan Iman Kristiani dan Budaya Jawa

Jurnalis: Adiybah Fawziyyah
Editor: Rahmat Rifadin

25 Des 2025 11:01

Headline

Thumbnail Mengenal Tradisi Wayang Wahyu, Jembatan Iman Kristiani dan Budaya Jawa
Wayang Wahyu. (Foto: Website Museum Sonobudoyo)

KETIK, SURABAYA – Menjelang perayaan Natal, sebuah tradisi unik terus hidup dan dijaga di sejumlah komunitas Kristiani di Indonesia, yakni Wayang Wahyu.

Pertunjukan wayang ini rutin digelar sebagai sarana pewartaan iman dengan menghadirkan kisah-kisah Alkitab, khususnya tentang kelahiran Yesus Kristus, yang dibalut dalam budaya Jawa yang sarat makna simbolik. 

Pementasan Wayang Wahyu umumnya diadakan pada masa Natal (Desember) dan Paskah (Maret–April), dengan lokasi pertunjukan yang berpusat di gereja-gereja maupun sanggar seni di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui alunan gamelan, dialog simbolik, serta tokoh-tokoh wayang bernuansa rohani, Wayang Wahyu menjadi jembatan antara iman dan budaya. Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pesan Natal dapat disampaikan dengan cara yang membumi, komunikatif, dan penuh kearifan lokal.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Wayang Wahyu merupakan bentuk seni pertunjukan wayang kulit yang memadukan tradisi Jawa dengan ajaran Katolik/Kristiani. Berbeda dengan wayang purwa yang mengangkat kisah Mahabharata atau Ramayana, Wayang Wahyu bersumber dari kisah-kisah Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Dilansir dari laman resmi Museum Sonobudoyo, gagasan Wayang Wahyu bermula pada Oktober 1957 di Surakarta. Saat itu, M.M. Atmowiyono yang merupakan seorang guru seni mementaskan lakon “Dawud Mendapat Wahyu Keraton”- mengisahkan Raja Daud. 

Pementasan ini kemudian menginspirasi Bruder Timotheus L. Winjosoebroto, FIC, untuk mengembangkan konsep Wayang Wahyu secara lebih terstruktur.

Bersama M.M. Atmowiyono, Marosudirdjo, A. Suradi, dan Roosradi, Bruder Timotheus merumuskan konsep Wayang Wahyu secara formal. Atas saran Romo P.C. Soetopranoto, SJ, nama yang semula dikenal sebagai Wayang Katolik kemudian diubah menjadi Wayang Wahyu, di mana kata “wahyu” merujuk pada pesan atau firman Tuhan.

Baca Juga:
'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

Pementasan Wayang Wahyu pertama kali digelar secara publik pada 2 Februari 1960 di Gedung Sekolah Kejuruan Kepandaian Puteri, Purbayan, Solo. 

Pada awal perkembangannya, wayang dibuat dari karton atau kardus karena keterbatasan bahan dan alasan kepraktisan. Seiring waktu, bahan dasar wayang ditingkatkan menggunakan kulit kerbau agar lebih kuat dan tahan lama.

Kehadiran Wayang Wahyu sejak awal ditujukan sebagai sarana pewartaan agama sekaligus media pendidikan bagi masyarakat Jawa melalui pendekatan budaya. Hingga kini, Wayang Wahyu diakui sebagai warisan budaya yang unik, mencerminkan fleksibilitas budaya Jawa dalam menyerap dan menyampaikan nilai-nilai universal. Koleksi Wayang Wahyu bersejarah saat ini dapat dijumpai di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta. (*)

Baca Sebelumnya

9 Kapal Roro ASDP Batam Siap Layani Mudik Nataru 2024 /2025

Baca Selanjutnya

Motor Pedagang Bumbu Raib Dicuri di Pasar Pagi Palembang, Pelaku Terekam CCTV

Tags:

Natal Wayang Wahyu Tradisi budaya Kristiani Yogyakarta sejarah asal usul

Berita lainnya oleh Adiybah Fawziyyah

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

2 Februari 2026 07:34

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

1 Januari 2026 13:01

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah

1 Januari 2026 06:00

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

31 Desember 2025 11:01

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

31 Desember 2025 07:01

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar