KETIK, JAKARTA – Dr. (H.C.) Martha Tilaar adalah pionir pengusaha kosmetika dan jamu terkemuka di Indonesia serta pendiri Martha Tilaar Group.
Lahir dengan nama Martha Thjie Pwee Giok di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937, dan wafat pada 14 Oktober 2026 di umur 89 tahun.
Ketika kecil, Martha kecil bertingkah seperti lelaki, enggan merawat diri. Ibunya, Liem Herna, kerap menegurnya lalu menitipkan putrinya pada seorang ahli kecantikan tradisional di Yogyakarta, Titi Poerwosoenoe, yang mengajarinya cara bersolek. Dari sinilah, Martha akhirnya menyukai dunia kecantikan.
Martha merupakan lulusan Sarjana Pendidikan dari IKIP Jakarta. Lalu pada tahun 1964, ia mengikuti suaminya, Dr. Henry A. Rudolf Tilaar, yang mendapat beasiswa pendidikan ke Amerika Serikat. Di sanalah Martha belajar mengenai kecantikan.
Ia mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.
Baca Juga:
Martha Tilaar Berpulang, Pelopor Spa Modern yang Mendidik Ribuan SDM Perempuan IndonesiaSesampainya di Indonesia pada 1970, Martha membuka salon kecantikan kecil bernama "Martha's Salon" di garasi kediaman orang tuanya yang berukuran 4x6 meter pada tahun 1970 dengan modal Rp1.000.000.
Tahun 1972, ia pun pergi ke Eropa untuk belajar ramu-ramuan. Ia mengunjungi pabrik Yves Rocher di Prancis, Mary Quant di Inggris, dan Hartleben di Jerman Barat. Kembali ke Indonesia, ia mendirikan Martha Griya Salon yang memperkenalkan perawatan tradisional.
Pada tahun 1981, perusahaan bernama PT Martina Berto yang didirikan oleh DR. HC. Martha Tilaar, (alm.) Pranata Bernard, dan Theresa Harsini Setiady, mendirikan pabrik modern pertama di Jalan Pulo Ayang Nomor 3, Pulogadung Industrial Estate, yang meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Pada tahun 1986, perusahaan mendirikan pabrik modern kedua di Jalan Pulo Kambing, Kawasan Industri Pulogadung (Pabrik Pulo Kambing).
Pada tahun 1983, Martha mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar.
Baca Juga:
Pendiri Martha Tilaar Meninggal Dunia, Dunia Kecantikan Indonesia BerdukaTahun 1986, Martha Tilaar membuka pabrik kedua, kali ini di Jalan Pulo Kambing II/1, masih di area yang sama yakni di Kawasan Industri Pulo Gadung yang kali ini diresmikan oleh Nyonya Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.
Bahkan, kegiatan bisnisnya masih terus berkembang hingga sekarang. Hal ini menunjukkan kegigihannya dalam membangun sebuah bisnis.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap perempuan, Martha mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri.
Martha juga banyak mendapatkan penghargaan, namun ia berhasil meraih kemenangan untuk pertama kalinya pada Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang "Fashion and Artistry" dari World University Tuscon, Arizona, Amerika Serikat tahun 1984.(*)