Mengenal Sosok Kiai Yahya Gading, Pahlawan NU dari Kota Malang

Jurnalis: Zanavia Javasta
Editor: Dendy Ganda Kusumah

6 Feb 2026 19:43

Thumbnail Mengenal Sosok Kiai Yahya Gading, Pahlawan NU dari Kota Malang
Sosok Kiai Yahya Gading, pejuang kemerdekaan yang lahir dari rahim NU. (Foto: NU.or.id)

KETIK, MALANG – Banyak pahlawan lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu pahlawan besar tersebut adalah Kiai Muhammad Yahya Gading dari Kota Malang.

Kiai Yahya Gading bukan hanya sosok pemimpin agama. Ia juga merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

Putra pasangan Kiai Qaribun dan Nyai Sarmi ini lahir pada tahun 1900 M di Desa Jetis, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Meskipun lahir di Malang, beliau memiliki darah keturunan Jawa Tengah dari orangtuanya. Kiai Yahya merupakan anak ke-empat dari tujuh bersaudara.

Sejak kecil, Kiai Yahya sudah bersentuhan dengan ilmu agama melalui pendidikan keluarga dan tradisi santri yang kental. Selain itu, ia juga mengikuti pendidikan dasar keagamaan yang diajarkan oleh pamannya sendiri, yaitu Kiai Abdullah, yang juga merupakan salah satu mursyid Thoriqoh Kholidiyah.

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Di pesantren pamannya inilah, Kiai Yahya memperdalam ilmu pendidikan agama seperti mempelajari dasar aqidah, ilmu akhlak, bimbingan ibadah, dan etika agama. Dasar agama yang diperkuat masa kecil menjadikan beliau kuat dan kokoh dalam mempertahankan prinsip serta memperoleh kemudahan dalam mengembangkan ilmu di masa berikutnya.

Pada tahun 1930, Kiai Yahya akhirnya membina rumah tangga dengan Nyai Siti, yang merupakan putri angkat sekaligus keponakan dari Kiai Ismail dan putra dari Kiai Abdul Majid. Kedua ulama ini merupakan pengasuh generasi kedua pada Pondok Pesantren Gadingkasri Malang. 

Nama Pondok Miftahul Huda saat itu, yang kemudian dikenal dengan nama Pondok Gading. Hal ini lah yang menjadi cikal bakal penamaan Kiai Yahya menjadi Kiai Gading.

Kiai Yahya dan Chodijah ini baru benar-benar membangun mahligai rumah  tangga yaitu lima tahun setelah akad nikah. Tepatnya pada tahun 1935 dan dikaruniai 11 orang anak.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Gading merupakan pondok pesantren tertua yang terletak di Kasri, Klojen, Kota Malang. Pesantren ini didirikan pada tahun 1768 oleh K.H. Hasan Munadi, yang juga turut berperan dalam merebut kemerdekaan RI. 

Kiai Munadi selaku pendiri juga sebagai pengasuh dan pengelola pesantren selama 90 tahun, sedang usianya saat itu mencapai 125 tahun.

Untuk generasi kedua, Kiai Ismail mengasuh kurang lebih selama 50 tahun. Dan pada usianya yang ke-75 tahun beliau wafat. Karena Kiai Ismail tidak memiliki putra, maka kepengelolaan pesantren diserahkan oleh Kiai Yahya.

Selama masa kepengurusan oleh Kiai Yahya juga banyak mencapai kesuksesan. Salah satunya yaitu kemampuan Kiai Yahya dalam menjaga dan mempertahankan nilai dan sistem yang selama ini di-ugem (dipegang teguh) oleh para pendiri. Serta juga berhasil membuat perubahan dan revitalisasi di Pondok Pesantren.

Pada masa perang kemerdekaan (1945-1949), beliau juga mampu memanfaatkan otoritas Pondok Gading sebagai sarana perjuangan kemerdekaan, yang mana pada saat itu dibentuk Pasukan pejuang “Garuda Merah”, di bawah pimpinan Brigjen (Purn) K.H. Sullam Syamsun yang menjadikan Pondok Gading sebagai daerah netral. Yang mana daerah ini sebagai tempat persembunyian bagi para pejuang sekaligus pos terdepan untuk penyerangan ke tangsi Belanda atau peledakan fasilitas umum milik Belanda di Kota Malang.

Keberhasilan ini juga menjadi cikal bakal pagi penerus selanjutnya yang dimana Kiai Yahya mempertahankan kharisma Pondok Gading. Sampai saat ini Pondok Gading terkenal dalam bidang pengajaran Kitab Kuning dengan metode Bandongan dan Sorogan. Tak hanya itu, di pondok ini juga mempelajari beberapa literatur seperti ilmu fiqih, tasawuf, ilmu alat (nahwu/sharaf), serta berfokus pada Qadiriyah wa Naqsabiyah. (*)

Baca Sebelumnya

Pacu Jabatan Fungsional Jadi Pilar Reformasi Birokrasi Bondowoso

Baca Selanjutnya

Sampah Ancam Ekosistem dan Kesehatan Warga, Ning Hani Soroti Bahaya Mikroplastik di Pantai Khanoman

Tags:

KIAI YAHYA pahlawan nu Kota Malang PAHLAWAN NU MALANG KYAI YAHYA KYAI GADING KIAI GADING nahdlatul ulama

Berita lainnya oleh Zanavia Javasta

Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

23 Februari 2026 20:29

Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

Daftar Lengkap Peserta Lolos Seleksi Jalur Prestasi MTsN 1 Kota Malang, Cek Namamu!

21 Februari 2026 19:41

Daftar Lengkap Peserta Lolos Seleksi Jalur Prestasi MTsN 1 Kota Malang, Cek Namamu!

Jangan Khawatir! MTsN 1 Kota Malang Buka Gelombang 2 PMBM, Catat Jadwalnya

21 Februari 2026 18:41

Jangan Khawatir! MTsN 1 Kota Malang Buka Gelombang 2 PMBM, Catat Jadwalnya

Siswi SDN Sawojajar 5 Kota Malang Sabet Medali Emas di Ajang Internasional AISEEF 2026

20 Februari 2026 20:32

Siswi SDN Sawojajar 5 Kota Malang Sabet Medali Emas di Ajang Internasional AISEEF 2026

Jadi Ketum IKA ITN, Ini Kabinet Inti Wahyu Hidayat Wujudkan Visi Kolaborasi

19 Februari 2026 17:45

Jadi Ketum IKA ITN, Ini Kabinet Inti Wahyu Hidayat Wujudkan Visi Kolaborasi

Masjid FK UB Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ajak Masyarakat Sehat Bugar Jalani Puasa

19 Februari 2026 15:34

Masjid FK UB Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ajak Masyarakat Sehat Bugar Jalani Puasa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar