KETIK, SURABAYA – Nyeri otot, frozen shoulder, dan gangguan tidur sering kali dialami banyak orang. Keluhan-keluhan yang biasanya dianggap ringan ini, jika tidak diperhatikan bisa berakibat serius hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam prespektif kedokteran tradisional China (TCM), keluhan sakit ini merupakan sinyal dari tubuh adanya jalur meridian yang tidak lancar atau tersumbat.
Seorang dokter asal China, dr Ji Yifan menjelaskan meridian merupakan jalur energi di dalam tubuh yang tidak terlihat, namun bisa dirasakan. Seperti keluhan syaraf dan nyeri otot.
"Contohnya seperti lampu. Anda bisa melihat lampu menyala tapi tidak bisa melihat listrik yang mengalirinya kan. Itulah jalur meridian," katanya dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Surabaya, Rabu 22 April 2026.
Menurutnya apabila jalur meridian lancar, maka keluhan-keluhan penyakit tersebut bisa hilang. Tentu dengan melakukan terapi dengan cara pengobatan China.
Baca Juga:
Mengintip Kesigapan Dapur Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kelola 150 Kg Beras untuk Ribuan Jemaah"Meridian ini layaknya sistem informasi atau rute energi yang menghubungkan organ dalam dengan seluruh jaringan tubuh. Meskipun tidak terlihat secara anatomi, seperti pembuluh darah, keberadaannya sangat menentukan kualitas kesehatan seseorang," jelasnya.
Maka dari itu, katanya, merawat meridian tubuh seperti melakukan investasi kesehatan. Meridian yang sehat, membuat tubuh tetap bugar dan sehat.
"Seperti saya sendiri ini. Di usia 69 tahun, saya masih memiliki stamina yang prima. Merawat meridian seperti membersihkan rumah, bisa dilakukan rutin satu hingga dua kali seminggu tergantung kebutuhan," ungkapnya.
Baca Juga:
HJKS ke-733 Surabaya Makin Spektakuler, Festival Rujak Uleg hingga Light Parade Siap Dongkrak WisataNamun apabila sudah terlanjur, maka bisa menggunakan perawatan rutin dengan sejumlah alat-alat kesehatan dari dr Ji Yifan.
Sejumlah peserta diskusi terlihat mencoba sebuah alat terapi meridian. Mereka merasakan sensasi seperti panas, jika memegang sarung tangan yang terhubung dengan alat tersebut.
Beda keluhan dan usia, bisa berbeda sensasi yang dirasakan oleh tubuh. (*)