KETIK, MALANG – Di tengah era disrupsi dengan perkembangan serba digital dan mahalnya harga buku baru, Bengkel Kanaka Buku hadir untuk menjaga nyala literasi tetap hidup.
Berada di Jalan Tondano Dalam, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, toko yang dirintis oleh Onella Martha Ganessa ini membuktikan bahwa pesona buku bekas tidak pernah lekang dimakan zaman.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Onil ini mengaku, bahwa tokonya itu baru berdiri sekitar dua tahun lalu atau tepatnya di tahun 2024. Sebelum memiliki toko, ia telah merintis usahanya tersebut secara daring lewat berbagai platform e-commerce.
"Namun seiring berjalannya waktu dan meningkatnya pajak di platform e-commerce, saya memberanikan diri untuk mendirikan toko agar bisa berinteraksi dan menerima pembeli secara langsung," ujarnya kepada Ketik.com, Senin, 6 Juli 2026.
Fokus Bengkel Kanaka Buku untuk menjual buku bekas bukan tanpa alasan yang kuat. Ia melihat banyaknya fenomena di mana orang-orang sudah bosan dengan koleksi bukunya, lalu buku-buku tersebut dibuang begitu saja untuk diolah menjadi barang daur ulang.
Baca Juga:
Meski Belum Punya Gedung, KKMP Cemorokandang Malang Sukses Gelar Bazar Lele Murah"Kami ini ibaratnya sebagai penjaga terakhir untuk literasi atau buku-buku yang sudah mau dibuang. Sehingga meski kondisinya buku bekas, tetap bisa menemukan pembacanya," jelasnya.
Meski dalam kondisi bekas, ia memastikan buku yang dijualnya merupakan orisinal terbitan penerbit dan bukan produk bajakan. Untuk mendapatkannya, ia mencari langsung ke berbagai kenalan di daerah seperti Jawa Tengah hingga Jakarta.
Dari langkah berburunya tersebut, terkadang ia menemukan buku-buku lawas yang memiliki nilai historis tinggi. Seperti buku novel karya Pramoedya Ananta Toer misalnya, banyak pembaca dan kolektor yang masih memburunya.
"Meski telah dicetak ulang, tetapi pembaca atau kolektor tetap mencari yang versi awal terbitan Hasta Mitra. Di samping itu, kami juga punya buku langka Pramoedya Ananta Toer berjudul Sang Pendukung Kristus terbitan tahun 1954 dan pernah ditawar Rp5,5 juta, tetapi tidak saya lepas karena menjadi koleksi pribadi," bebernya.
Baca Juga:
Ratusan Warga Cemorokandang Serbu Bazar Lele Murah Koperasi Merah PutihOnil mengungkapkan, di Bengkel Kanaka Buku tersedia berbagai macam genre buku. Namun yang terbanyak adalah novel, ensiklopedia sejarah, buku anak-anak dan motivasi.
"Untuk harganya, mulai dari Rp7.000 sampai ada yang bernilai jutaan. Dan rata-rata yang datang ke sini, lebih banyak yang mencari buku novel maupun sejarah," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Bagus Satria Perdana, mengaku datang ke Bengkel Kanaka Buku untuk membeli buku sejarah. Selain karena lokasi yang dekat rumahnya, koleksi buku yang dijual juga beragam dan tersedia lengkap.
"Enggak perlu susah-susah mencari, soalnya di sini tersedia lengkap. Selain itu, di sini buku bekasnya asli penerbit dan kondisinya bagus," tandasnya. (*)