Mengenal Batik Sukun Khas Malangan, dari Filosofi hingga Jadi Media Terapi

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

22 Jun 2023 06:45

Thumbnail Mengenal Batik Sukun Khas Malangan, dari Filosofi hingga Jadi Media Terapi
Nena Bachtiar membawa produk Batik Sukun. (Foto: Nena Bachtiar for Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Kota Malang tengah mengembangkan produksi batik lokal khas Malangan, salah satunya ialah Batik Sukun.

Pada motif-motif yang tergambar di Batik Sukun rupanya memiliki filosofi yang menarik. Bahkan proses pembuatan batik pun dapat dijadikan sebagai media terapi.

Nena Bachtiar, salah satu pengelola Batik Sukun menjelaskan kepada Ketik.co.id bahwa tiap produk selalu diselipkan atribut dari Pohon Sukun.

"Setiap produk yang kita buat pasti ada atribut dari Pohon Sukun, entah itu daunnya, buah, dan sebagainya. Ternyata Pohon Sukun itu pohon kehidupan, di mana dari akar, daun, hingga buahnya bermanfaat bagi kita," ungkap Nena, Kamis (22/6/2023).

Baca Juga:
Kota Malang Bakal Jadi Tuan Rumah Festival Batik 3 Kota

Nena menyadur kisah Ir. Sukarno saat diasingkan di Ende. Konon, saat itu Sukarno gemar merenung di bawah Pohon Sukun hingga menghasilkan 'Lima Butir Mutiara' yang sekarang dirumuskan menjadi Pancasila.

"Menurut cerita, saat hari panas Bung Karno sering duduk berteduh sambil memandangi Pohon Sukun yang bercabang lima lima. Di bawah pohon itu Bung Karno merenungkan dasar negara Indonesia yang kelak menjadi Pancasila" lanjutnya.

Foto Pengenalan Batik Sukun kepada anak-anak (Foto: Nena Bachtiar for Ketik.co.id)Pengenalan Batik Sukun kepada anak-anak (Foto: Nena Bachtiar for Ketik.co.id)

Selain menunjukkan atribut Pohon Sukun pada produk batik, Nena bersama masyarakat yang diberdayakan juga memberikan sentuhan klasik yakni motif parang. Parang berasal dari katan 'pereng' yang berarti lereng. Perengan tergambar seperti susunan garis S panjanh yang tidak terputus.

Baca Juga:
Diskopindag Kota Malang Apresiasi Pelaksanaan Festival Batik Sukun

"Motif parang memiliki makna tidak pernah menyerah, ibaratkan ombak laut. Batik motif parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun pertalian keluarga," jelasnya.

Motif lainnya ialah karakter Raden Panji Asmoro Bangun dan Dewi Candra Kirana. Kedua karakter tersebut menjadi persimbolan wibawa seorang pemimpin.

"Seorang pemimpin harus bersifat jujur, berani, selalu melihat sekitar denhan seksama. Dengan begitu bisa mengayomi secara adil dan dilandai keikhlasan maupun ketulusan jiwa yang bersih," papar Nena.

Menariknya lagi, proses dalam membuat batik juga dapat dijadikan terapi bagi orang yang memiliki permasalahan terhadap emosinya. Jelas Nena, garis yang dihasilkan oleh seseorang dengan emosi yang meluap saat membatik akan terlihat berbeda jika dilakukan dengan perasaan yang tenang.

"Dari garisnya akan terlihat jika orang itu sedang marah, kelihatan perbedaannya dengan orang yang perasaannya sedang bagus. Makanya kalau membatik bisa melatih kesabaran," lanjutnya.(*)

Baca Sebelumnya

Mau Cari Ponsel Midrange? Coba Realmee 11 Pro

Baca Selanjutnya

Polres Probolinggo Amankan Pria Pembawa Bahan Peledak

Tags:

Batik sukun terapi batik filosofi batik batik malangan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar