Mengaku Dapat Intimidasi, Asrilia Tuding Keterlibatan Petinggi KPU

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

14 Mei 2024 12:04

Headline

Thumbnail Mengaku Dapat Intimidasi, Asrilia Tuding Keterlibatan Petinggi KPU
Asrilia saat menunjukkan salah satu berkas pendukungnya. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Asrilia Kurniati akhirnya buka suara terkait kegagalannya lolos sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya periode 2024-2029 jalur independen. 

Dimana menurut keterangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya ketidak lolosannya karena tidak menyetorkan dokumen pendukung minimal 144.209 atau 6,5 persen dari total DPT Pemilu 2024 sebanyak 2.218.586. Hingga batas akhir pendaftaran tim Asilia Kurniati dan Satrio Wicaksono hanya menyetorkan sebanyak 1.167 orang. 

Asrilia mengatakan jika memang dirinya sengaja hanya menyetorkan sebanyak 1.167 hingga batas akhir pengumpulan data. Hal ini karena dirinya mendapatkan intimidasi untuk mengurungkan pencalonannya dalam Pilwali Surabaya.

"Jadi kenapa saya hanya menyetorkan segitu, karena saya mendapatkan intimidasi, tepatnya pada 30 April lalu. Dan saya ada buktinya juga," jelas Asrilia, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga:
Viral Video Ketua Partai di Brebes Nyatakan 'Perang Terbuka' ke Pemkab, Ancam Bikin Chaos

"Dan hal tersebut dilakukan oleh petinggi KPU juga. Saya nggak tau ya mungkin seorang Asrilia Kurniati tampak menakutkan di mata mereka," imbuhnya.

Lebih lanjut, perempuan yang juga pendiri Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) itu menambahkan tindakannya dengan tidak menyetorkan seluruh data pendukungnya yang berjumlah sekitar 157 ribu-an tersebut juga dikarenakan dirinya ingin melindungi pendukungnya agar tidak disalahgunakan.

"Jadi ngapain saya setorkan orang saya sudah dapet intimidasi. Kasian pendukung saya donk, nanti datanya bisa disalah gunakan," tambahnya.

Selain itu Asrilia mengomentari tahapan pendaftar bakal calon wali kota Surabaya dari jalur independen yang menurutnya terkesan seperti dipersulit. Berbeda sekali dengan pendaftar bakal pasangan calon yang diusung oleh partai. 

Baca Juga:
Berkah Ramadan, Guru Ngaji Hingga Penggali Kubur Mendapatkan Bantuan untuk Rayakan Idulfitri

Menurut pengakuan Asrilia pihaknya harus mendata dengan tulisan tangan. Setelah itu data tersebut dimasukkan di excel lalu discan satu per satu, lalu ditulis lagi di laptop selanjutnya baru dimasukkan ke sistem KPU, Silon.

"Belum lagi ditambah sistem Silon yang masih up and down. Dan kita hanya diberi waktu sebanyak 4 hari mulai dari tanggal 8 sampai 12 Mei," paparnya sambil menggebu-gebu.

"Tidak berhenti sampai di situ, setelah itu nanti masih ada tahapan lagi namanya verifikasi faktual. Apakah saya akan lolos? Gak mungkin," sambungnya.

Berangkat dari semua kejadian yang dialaminya tersebut dirinya pun harus mengubur keinginannya untuk maju dalam pencalonannya di Pilwali Surabaya 2024. Dan dirinya tidak merasa menyesal atas apa yang menimpanya, sebagai rakyat yang peduli dengan daerahnya dirinya akan tetap mengabdi dengan terjun langsung membantu masyarakat.

"Apakah saya sedih ? Enggak. Ya kedepannya saya tetap berbuat baik saja melalui kegiatan sosial yang sudah lama saya geluti. Intinya saya tetap mengabdi untuk masyarakat," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Punya Prestasi Mentereng, Kades Serang Kembalikan Formulir Bacawabup Blitar

Baca Selanjutnya

Sidoarjo Berstatus Waspada, Plt Bupati Pimpin Semua Pejabat Pemkab Deklarasikan Komitmen Antikorupsi

Tags:

pilkada Pilwali Surabaya KPU Surabaya Intimidasi Jalur independen Asrilia Kurniati politik Silon data pendukung

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar