Menemukan Kembali Jeda pada Hari Buku Sedunia

Jurnalis: Khrisna Haikal Az Zuhri
Editor: Mustopa

17 Apr 2026 14:29

Thumbnail Menemukan Kembali Jeda pada Hari Buku Sedunia
Oleh: Khrisna Haikal*

Jari-jari bergerak lincah di atas layar kaca. Scroll, swipe, like. Ulangi. Bagi Generasi Z dan Alpha, dunia seakan berputar dengan kecepatan penuh di dalam genggaman smartphone.

Tumbuh sebagai digital native, arus informasi yang serba instan dan hiburan visual berdurasi pendek seperti TikTok, Reels, atau Shorts telah merombak cara otak mereka memproses dunia.

Dampaknya mulai terasa. Banyak studi dan keluhan dari para pendidik menyoroti fenomena menyusutnya rentang perhatian (attention span) pada generasi muda.

Di era di mana segala sesuatu menuntut kecepatan dan memberikan kepuasan instan (instant gratification), kegiatan yang menuntut fokus panjang mulai ditinggalkan.

Baca Juga:
Apresiasi Prestasi LKS Jatim 2026! Kadisdik Aries Beri Penghargaan Peraih Medali dari Malang dan Kota Batu

Akibatnya, tumpukan buku di sudut kamar perlahan berubah fungsi, dari jendela dunia menjadi sekadar ornamen yang berdebu. Membaca buku fisik seringkali dianggap "terlalu berat", "membosankan", atau "memakan waktu".

Mereka bukannya tidak membaca, mereka membaca ribuan kata setiap harinya lewat takarir media sosial, kolom komentar, atau utas singkat. Namun, membaca secara mendalam (deep reading) sebuah proses yang membangun empati, melatih imajinasi, dan menenangkan pikiran mulai tergerus oleh kebisingan algoritma.

Namun, di tengah hingar-bingar notifikasi dan cahaya biru layar digital tersebut, ada sebuah momen yang mengajak kita semua untuk sejenak menekan tombol jeda.

Sebuah pengingat manis hadir setiap tanggal 23 April. Dunia merayakan Hari Buku Sedunia, sebuah momentum yang lebih dari sekadar perayaan bagi para penulis dan penerbit.

Hari ini adalah sebuah ketukan lembut di pintu kesadaran kita terutama bagi generasi Z dan Alpha untuk kembali mengingat keajaiban sederhana dari lembaran kertas.

Hari Buku Sedunia mengingatkan kita bahwa ada aroma khas dari halaman buku baru yang tak bisa direplikasi oleh layar secanggih apa pun. Ada kedamaian yang aneh saat kita berhasil mematikan gawai, duduk tenang, dan membiarkan diri kita tenggelam dalam sebuah semesta fiksi atau lembaran sejarah.

Buku menawarkan sebuah pelarian yang sehat, ia tidak melacak data kita, tidak memberikan notifikasi yang memicu kecemasan, dan membiarkan kita memproses emosi dengan kecepatan kita sendiri.

Mungkin, ini adalah hari yang paling tepat untuk berdamai dengan keheningan. Mari letakkan smartphone sejenak, ambil satu buku yang mungkin sudah berbulan-bulan hanya menjadi pajangan, dan mulailah membaca bab pertamanya.

Selamat Hari Buku Sedunia. Sudahkah kamu membaca lembaran pertamamu hari ini?

*) Khrisna Haikal merupakan mahasiswa Stikosa-AWS
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Unair Perketat Pengawasan Jelang UTBK 2026, Rektor Soroti Modus Perjokian Kian Canggih

Baca Selanjutnya

Mengenal Arek Suroboyo Muhammad Alif Alfarisi Ma’ruf, Baru Kelas 12 Sudah Punya Bisnis Minuman “Livv of Matcha”

Tags:

#BookWorld ##dinasPendidikan #HariBukuSedunia

Berita lainnya oleh Khrisna Haikal Az Zuhri

Mantan Kiper Juventus dan Arsenal Alex Manninger Tewas dalam Kecelakaan di Salzburg

17 April 2026 23:15

Mantan Kiper Juventus dan Arsenal Alex Manninger Tewas dalam Kecelakaan di Salzburg

Aroma Kenangan dalam Selembar Daun Pisang: Kisah 22 Tahun Sang Penjaga Rasa Nasi Goreng Jawa

16 April 2026 05:00

Aroma Kenangan dalam Selembar Daun Pisang: Kisah 22 Tahun Sang Penjaga Rasa Nasi Goreng Jawa

Rupiah Tembus Rekor Terendah Sepanjang Sejarah di Level Rp17.135 per Dolar AS

15 April 2026 12:10

Rupiah Tembus Rekor Terendah Sepanjang Sejarah di Level Rp17.135 per Dolar AS

Jadi 'Tamparan' Bagi Anak Muda, Surabaya Muda Media Stikosa-AWS Ajak Anak Panti Menembus Batas

13 April 2026 12:24

Jadi 'Tamparan' Bagi Anak Muda, Surabaya Muda Media Stikosa-AWS Ajak Anak Panti Menembus Batas

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend