Menelusuri Jejak Sejarah di Balik Kokohnya Gapura Pungkuran Kutoharjo Kaliwungu

Jurnalis: Dian Wisnu Ardi
Editor: Muhammad Faizin

20 Jan 2026 09:20

Headline

Thumbnail Menelusuri Jejak Sejarah di Balik Kokohnya Gapura Pungkuran Kutoharjo Kaliwungu
Meriam di depan gapura menjadi bukti otentik bahwa Kaliwungu memiliki peran strategis dalam peta pertahanan wilayah Kendal di masa kolonial. (Foto: Dian Wisnu Ardi/Ketik.com)

KETIK, KENDAL – Pagi yang tenang di Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, menyuguhkan pemandangan yang tak biasa bagi setiap pelancong yang melintas. Sebuah struktur bangunan putih berdiri gagah dengan arsitektur khas masa lalu, lengkap dengan sebuah meriam kuno yang berjaga di depannya. Itulah Gapura Pungkuran, salah satu Cagar Budaya kebanggaan warga Kaliwungu yang menyimpan sejuta cerita tentang kejayaan masa lalu.

Saksi Bisu Kejayaan Islam dan Perlawanan

​Secara historis, Gapura Pungkuran bukan sekadar pintu masuk biasa. Bangunan ini merupakan penanda pintu masuk menuju kompleks pemakaman para wali dan ulama besar Kaliwungu, termasuk makam Kiai Guru (Asyari). Berdasarkan catatan sejarah, kawasan Pungkuran yang berasal dari kata "pungkur" atau belakang, dahulu merupakan pusat syiar Islam sekaligus benteng pertahanan.

​Keberadaan meriam di depan gapura menjadi bukti otentik bahwa Kaliwungu bukan hanya pusat edukasi religi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam peta pertahanan wilayah Kendal di masa kolonial.

Baca Juga:
Selesaikan Tunggakan Ratusan Juta, SPPG Protomulyo Kendal Ajukan Izin Operasional ke BGN

​Pagi ini, sempat berbincang dengan Mas Din, warga asli Kaliwungu yang menghabiskan masa kecilnya di sekitar kawasan tersebut. Sambil menunjuk ke arah tulisan aksara Jawa di atas lengkungan gapura, ia berbagi pengalamannya.

​"Bagi kami warga Kaliwungu, Gapura Pungkuran ini seperti 'gerbang waktu'. Sejak saya kecil sampai sekarang, wibawanya tidak berubah. Kalau lewat sini, ada rasa hormat tersendiri karena ini akses menuju makam para leluhur dan guru kami," ujar Mas Din saat ditemui jurnalis Ketik.com di lokasi, Selasa, 20 Januari 2026. 

​Mas Din juga menambahkan bahwa perawatan gapura ini dilakukan secara gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. "Kami bangga karena pemerintah sudah menetapkannya sebagai Cagar Budaya. Ini penting supaya anak cucu kami nanti masih bisa melihat bukti bahwa Kaliwungu adalah kota pejuang dan kota santri," lanjutnya.

Mengapa Gapura Pungkuran Penting?

Baca Juga:
Buntut Tunggakan ke Pemasok, Badan Gizi Nasional Segel Sementara SPPG Protomulyo I Kendal

​Secara administratif, berdasarkan papan informasi yang terpasang, Gapura Pungkuran telah dilindungi oleh Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa situs ini menarik untuk dikunjungi:

  • Arsitektur Akulturasi: Memadukan gaya bangunan kolonial dengan sentuhan lokal dan simbol-simbol Islam.
  • Simbol Historis: Merupakan titik awal penelusuran sejarah penyebaran Islam di pesisir utara Jawa Tengah.
  • Wisata Religi: Menjadi ikon yang menyambut ribuan peziarah dari berbagai daerah setiap tahunnya, terutama saat peringatan Syawalan.

Kini, Gapura Pungkuran tetap berdiri tegak di tengah modernisasi bangunan di sekitarnya. Ia seolah berbisik kepada setiap orang yang lewat, bahwa kemajuan masa depan tak boleh melupakan akar sejarah masa lalu.

Baca Sebelumnya

Kesaksian Eks Pejabat Sleman: Raudi Akmal Titip 167 Proposal Hibah Pariwisata 'Dadakan'

Baca Selanjutnya

Pop Mason 52, Tempat Ngeteh Estetik di Bekas Gedung Freemason Malang

Tags:

sejarah Gapura Pungkuran Kaliwungu Kendal cagar budaya Lensa Budaya

Berita lainnya oleh Dian Wisnu Ardi

Selesaikan Tunggakan Ratusan Juta, SPPG Protomulyo Kendal Ajukan Izin Operasional ke BGN

11 April 2026 14:20

Selesaikan Tunggakan Ratusan Juta, SPPG Protomulyo Kendal Ajukan Izin Operasional ke BGN

Hapus Sistem Open Dumping, Pemkab Kendal Siapkan Strategi Pengolahan Sampah Jadi Listrik dan Petasol

11 April 2026 14:09

Hapus Sistem Open Dumping, Pemkab Kendal Siapkan Strategi Pengolahan Sampah Jadi Listrik dan Petasol

Siapkan Generasi "Melek" AI, Polres Kendal Luncurkan Pilot Project AI Ready ASEAN

10 April 2026 07:30

Siapkan Generasi "Melek" AI, Polres Kendal Luncurkan Pilot Project AI Ready ASEAN

Buntut Tunggakan ke Pemasok, Badan Gizi Nasional Segel Sementara SPPG Protomulyo I Kendal

9 April 2026 11:25

Buntut Tunggakan ke Pemasok, Badan Gizi Nasional Segel Sementara SPPG Protomulyo I Kendal

Lautan Manusia Padati Syawalan Kaliwungu 2026, Polisi Siaga di Titik Krusial

1 April 2026 19:11

Lautan Manusia Padati Syawalan Kaliwungu 2026, Polisi Siaga di Titik Krusial

Bidik Level Nasional, 285 Calon Paskibraka Kendal Jalani Tes CAT Wawasan Kebangsaan

1 April 2026 19:08

Bidik Level Nasional, 285 Calon Paskibraka Kendal Jalani Tes CAT Wawasan Kebangsaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar