Mendikdasmen Dorong Kampus Muhammadiyah Bersinergi Ciptakan Pendidikan Unggul dan Merata

Jurnalis: Avirista Midaada
Editor: Gumilang

18 Okt 2025 12:30

Thumbnail Mendikdasmen Dorong Kampus Muhammadiyah Bersinergi Ciptakan Pendidikan Unggul dan Merata
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat memberikan pemaparan di Forum Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah di UMM (Humas Kemendikdasmen)

KETIK, MALANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membuka kesempatan pihaknya bermitra bekerjasama dengan perguruan tinggi. Kebutuhan perguruan tinggi selama relevan dengan arah pembangunan pendidikan nasional disebut Abdul Mu'ti akan didukungnya.

Menurutnya, perlu sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi keagamaan, khususnya perguruan tinggi di bawah Muhammadiyah dan Aisyiyah, dalam mengawal reformasi sistem pendidikan Indonesia. Saat ini, di kementeriannya memiliki lima hingga enam program prioritas besar yang dapat dijalankan secara kolaboratif bersama PTMA.

"Program pertama ialah revitalisasi satuan pendidikan, yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik dan sarana prasarana sekolah, tetapi juga mencakup pembenahan sistem manajemen," ucap Abdul Mu'ti saat pemaparan dalam Forum Rektor Muhammadiyah Aisyiyah, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Foto Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat di Forum Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (Humas Kemendikdasmen)Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat di Forum Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (Humas Kemendikdasmen)

Baca Juga:
Mas Mirdasy: Rendah Hati yang "Panjang Tangan"

Berikutnya, yang disoroti Abdul Mu'ti adalah tata kelola serta peningkatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik. Program ini diarahkan agar sekolah-sekolah di berbagai daerah mampu mengelola pembelajaran secara mandiri dan efisien dengan dukungan konsultan serta fasilitator profesional. 

Revitalisasi tersebut juga meliputi penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, penguatan karakter siswa, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan agar selaras dengan standar nasional dan internasional.

“Tahun ini ada lebih dari 16.100 sekolah yang ikut direvitalisasi dengan anggaran mencapai Rp16,9 triliun. Tahun depan kami berupaya agar capaian itu tetap terjaga meski anggaran sedikit berkurang,” ucap menteri kelahiran Kudus saat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Program kedua berkaitan dengan peningkatan kualitas guru melalui berbagai skema pelatihan dan pendidikan profesi. Pemerintah, katanya, telah menyiapkan 808 ribu kuota PPG (Pendidikan Profesi Guru) serta memperluas program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) bagi guru yang belum menyelesaikan studi sarjananya.

Baca Juga:
Dampingi Mendikdasmen ke SMPN 1 Surabaya! Kadisdik Jatim: TKA Jadi Upaya Petakan Kemampuan Akademik Siswa

“Kami ingin memastikan tidak ada guru yang terhenti kariernya hanya karena belum memenuhi syarat akademik. Bahkan pengalaman mengajar kini diakui hingga 70 persen dalam skema RPL,” ujarnya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong program pembelajaran mendalam (deep learning) untuk memperkuat kapasitas pedagogik dan karakter siswa. Program ini, menurut Abdul Mu’ti, dapat melibatkan PTMA sebagai penyelenggara pelatihan guru dan pengembang modul. 

Salah satu yang disyaratkan yakni Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD di tahun 2027. Sebab itu, pelatihan guru bahasa Inggris menjadi fokus utama. Namun ia menginginkan istilah pelatihan diganti menjadi pendidikan, agar dapat disertifikasi dan berdampak pada profesionalisme guru.

"Kemudian pelatihan coding dan kecerdasan buatan (AI) yang saat ini masih bersifat pilihan namun akan diarahkan menjadi mata pelajaran wajib," ujarnya kembali.

Kebutuhan guru coding dan AI akan meningkat tajam, sehingga peran perguruan tinggi sebagai mitra pendidikan sangat dibutuhkan. Ia juga membuka peluang bagi PTMA untuk berpartisipasi dalam penelitian kebijakan (policy research) terkait berbagai program pendidikan dasar dan menengah.

Termasuk pendidikan karakter dan kebiasaan belajar siswa. Mu'ti menegaskan, bahwa kementeriannya kini mendorong agar setiap kebijakan lahir dari kajian akademik yang kuat.

“Kami ingin kebijakan pendidikan tidak sekadar administratif, tetapi menjadi rekayasa sosial yang membentuk karakter bangsa. Karena itu, penelitian dan masukan dari kampus-kampus Muhammadiyah-Aisyiyah akan sangat berarti,” jelasnya.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa setiap kebijakan Kemendikdasmen tidak dibuat secara serampangan, melainkan memiliki dasar filosofis dan kajian yang mendalam.

Ia juga menyebut bahwa kinerja kementeriannya dinilai terbaik secara nasional. Selain itu, pentingnya kemitraan strategis antara kementerian dan PTMA harus terus dijaga untuk mewujudkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berorientasi masa depan. 

"Dengan semangat kemitraan kulturalistik, kami mengajak seluruh pihak untuk memastikan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak, tapi juga menumbuhkan karakter," pungkasnya.

Baca Sebelumnya

Jejak Abadi Jane Austen: Ketika Sang Legenda Kini Terpahat dalam Batu

Baca Selanjutnya

10 Perupa Pamerkan Lukisan Batik di Taman Budaya Jawa Timur, Jadi Tempat Salurkan Ekspresi Diri

Tags:

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sistem Pendidikan perguruan tinggi Muhammadiyah

Berita lainnya oleh Avirista Midaada

6 Guru Besar Resmi Terima SK dari Menag, Warek UIN Malang: Buat Kampus Bereputasi Internasional!

24 Oktober 2025 19:01

6 Guru Besar Resmi Terima SK dari Menag, Warek UIN Malang: Buat Kampus Bereputasi Internasional!

Mengenal Darul Ulum Agung Malang, Ponpes yang Membina Crosser Nasional Bertalenta

24 Oktober 2025 18:55

Mengenal Darul Ulum Agung Malang, Ponpes yang Membina Crosser Nasional Bertalenta

Sahara Ancam Laporkan Selebgram Malang hingga Akun Medsos yang Unggah Provokasi dan Ujaran Kebencian

24 Oktober 2025 18:47

Sahara Ancam Laporkan Selebgram Malang hingga Akun Medsos yang Unggah Provokasi dan Ujaran Kebencian

Kuliah Tamu di UMM, Muliaman Paparkan Arah Pengelolaan Ekonomi Danantara

24 Oktober 2025 05:51

Kuliah Tamu di UMM, Muliaman Paparkan Arah Pengelolaan Ekonomi Danantara

Kisah Saudara Kembar Calon Wisudawan Unisma, Keduanya Raih IPK Menakjubkan

24 Oktober 2025 05:15

Kisah Saudara Kembar Calon Wisudawan Unisma, Keduanya Raih IPK Menakjubkan

1.642 Mahasiswa Unisma Diwisuda, 10 Calon Wisudawan dari Luar Negeri

23 Oktober 2025 15:22

1.642 Mahasiswa Unisma Diwisuda, 10 Calon Wisudawan dari Luar Negeri

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar