KETIK, SIMEULUE – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Simeulue melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan tema “Wujudkan Sekolah Asri”, Selasa 25 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H.,(MONAS) menyampaikan bahwa Kabupaten Simeulue saat ini memiliki 232 satuan pendidikan yang terdiri atas 71 TK, 115 SD, dan 46 SMP, dengan jumlah peserta didik PAUD dan pendidikan dasar sebanyak 16.459 siswa.
Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada 2025–2026, Kabupaten Simeulue memperoleh Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk 120 sekolah dengan total dukungan sekitar Rp107,16 miliar, serta bantuan 182 unit peralatan digitalisasi pembelajaran.
Bupati berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus dilanjutkan dan diperluas hingga seluruh sekolah di Simeulue. Pemerintah Kabupaten Simeulue juga mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi salah satu prioritas pada Tahun Anggaran 2027.
“Sebagai daerah kepulauan dan wilayah terluar, keberadaan SNT akan sangat berarti bagi pemerataan dan peningkatan akses pendidikan berkualitas di Simeulue,” ujar Bupati.
Baca Juga:
Mendikdasmen RI buka Rakorwil IV dan Seminar Nasional Majelis Pendidikan Muhamadiyah Aceh di SimeulueSementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., berpesan agar seluruh fasilitas pendidikan yang telah dibangun dan direvitalisasi dapat dirawat serta dijaga dengan sebaik-baiknya.
“Fasilitas yang sudah dibangun dan direvitalisasi ini tolong dirawat dan dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai fasilitas yang sudah baik ini tidak dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” pesan Menteri.
Ia berharap revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.(*)