KETIK, LOMBOK TENGAH – Pembalap Moto2 Indonesia Mario Suryo Aji finis di posisi ke-20 pada GP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu 11 Oktober 2026.

Race Moto2 sempat dihentikan akibat red flag berkibar lantaran terjadi insiden tabrakan sesaat setelah start dan melibatkan sejumlah rider.

Mario Aji sejatinya berada di posisi yang menjanjikan sebelum gangguan itu. Dia berada di sekitar zona poin, tetapi kesalahan setelah restart membuatnya kehilangan beberapa posisi.

Meskipun mencoba untuk pulih dan mendapatkan kembali ritmenya, pertarungan ketat membuat Aji kesulitan untuk kembali bersaing. 

"Sayang sekali karena sebelum bendera merah dikibarkan, saya berada di posisi yang bagus dan memiliki kesempatan untuk memperebutkan poin," ucap Mario Aji.

Baca Juga:
Wow Keren! Soto Boyolali Ada di MotoGP Mandalika

Mario Suryo Aji pembalap Moto2 Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih keliling Sirkuit Mandalika usai tampil di Moto2 GP Indonesia, 11 Oktober 2026. (Foto: Honda Team Asia)

"Setelah restart, saya melakukan kesalahan kecil dan kehilangan beberapa posisi. Saya mencoba menyalip pembalap lain dan memulihkan ritme saya, tetapi semuanya sangat ketat, dan sulit untuk mengejar ketertinggalan," tambah rider asal Magetan Jawa Timur tersebut.

Sebagai evaluasi, Mario Aji menyebut dirinya perlu meningkatkan posisi start karena itu akan membuat balapan jauh lebih mudah dan memberi kesempatan lebih baik untuk berjuang di depan.

"Sangat mengecewakan untuk finis seperti ini, terutama di Grand Prix kandang saya, tetapi sekarang kami memiliki waktu seminggu untuk fokus kembali dan memulihkan diri secara fisik dan mental sebelum balapan berikutnya," jelas Mario Aji.

Baca Juga:
All Out! Ketik.com Hadir di Tiga Sektor Sirkuit Mandalika Sekaligus Liputan MotoGP 2026

Lpas dari itu, Mario Aji ingin berterima kasih kepada tim dan semua penggemar Indonesia yang datang untuk mendukung di Mandalika. Dia menyebut dukungan penonton sangat berarti bagi dirinya.

Menatapa balapan selanjutnya di Phillip Island pada GP Australia, 25 Oktober 2026, Mario Aji menyebut itu salah satu sirkuit favoritnya karena tata letak yang cepat dan mengalir. "Jadi saya menantikan untuk balapan di sana. Sayang sekali ini akan menjadi Grand Prix terakhir di sirkuit ini, dan saya ingin memanfaatkan akhir pekan ini sebaik mungkin dan memberikan yang terbaik," ucapnya.

Sirkuit yang cepat dan mengalir ini menawarkan peluang baru bagi Mario Aji untuk mengembangkan pelajaran yang didapat di Indonesia. Mario Aji bertekad untuk bangkit kembali setelah balapan kandang yang sulit. (*)