KETIK, JAKARTA – Marc Marquez kembali menunjukkan kenapa MotorLand Aragon begitu bersahabat dengannya. Rider Ducati Lenovo itu sukses memenangkan MotoGP Aragon 2026, Minggu (30/8), setelah melewati pertarungan sengit dengan Marco Bezzecchi dan Pedro Acosta.
Kemenangan ini sekaligus melengkapi double kemenangan Marquez di Aragon, setelah sebelumnya ia juga menjuarai Sprint Race pada Sabtu. Ini menjadi kemenangan kedelapan Marquez di kelas premier di MotorLand sekaligus kemenangan ketiganya secara beruntun di sirkuit tersebut.
Namun, jalannya balapan kali ini tidak semudah yang mungkin terlihat dari hasil akhirnya.
Bezzecchi yang start dari pole position langsung memberikan perlawanan sejak lap pertama. Marquez mencoba mengulangi manuvernya dari Sprint dengan menyerang Bezzecchi di Tikungan 1, tetapi kali ini rider Aprilia berhasil melakukan serangan balik.
Situasi kemudian sedikit berantakan bagi Marquez. Ia mengalami masalah dengan perangkat ride-height Ducati yang masih aktif ketika memasuki Tikungan 2. Motornya melebar dan membuat Bezzecchi serta Jorge Martin sempat melewatinya.
Baca Juga:
Marc Marquez Tegaskan Gelar Masih Jauh, Sebut Kejuaraan Belum BerakhirMarquez tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali ke posisi depan. Ia merebut posisi kedua dari Martin dan kemudian mulai memburu Bezzecchi.
Memasuki lap keenam dari total 23 putaran, duel yang ditunggu akhirnya terjadi.
Marquez menempel ketat Bezzecchi di sektor belakang MotorLand sebelum keduanya berjalan berdampingan dalam kecepatan lebih dari 300 km/jam. Marquez akhirnya berhasil mengambil alih posisi terdepan setelah melakukan manuver agresif terhadap rider Aprilia tersebut.
Dikutip dari Reuters, Bezzecchi mengakui bahwa Marquez memang terlalu sulit untuk dihentikan di Aragon.
Baca Juga:
Dominasi Marc Marquez di Sachsenring Berlanjut, Trackhouse Kejutkan dengan Double Podium“Dengan pengalaman dan kecepatan yang dia punya, hari ini Marc tidak terkalahkan,” ujar Bezzecchi.
Setelah kehilangan posisi pertama, Bezzecchi justru harus menghadapi tekanan lain. Pedro Acosta memanfaatkan pertarungan keduanya untuk naik ke posisi kedua dan mulai mengejar Marquez.
Acosta sempat membuat Marquez bekerja keras. Rider KTM tersebut mampu menjaga jarak dengan sang juara dunia di kisaran beberapa persepuluh detik dan membuat pertarungan kemenangan terlihat masih terbuka.
Namun memasuki pertengahan balapan, Marquez mulai menunjukkan ritmenya.
Ducati #93 perlahan menjauh dari Acosta. Gap yang sebelumnya hanya sekitar tiga persepuluh detik berkembang menjadi lebih dari satu detik, sebelum akhirnya mendekati dua detik.
GPOne mencatat bahwa setelah paruh pertama balapan, Marquez mulai benar-benar mengendalikan situasi. Acosta tetap tampil kuat, tetapi tidak lagi mampu memberikan tekanan yang sama kepada Marquez.
Marquez akhirnya melintasi garis finis sebagai pemenang dengan Pedro Acosta di posisi kedua dan Marco Bezzecchi di urutan ketiga. Alex Marquez finis keempat, sementara Jorge Martin mengamankan posisi kelima.
Hasil tersebut menjadi kabar besar dalam perebutan gelar juara dunia.
Martin memang masih memimpin klasemen dengan 256 poin, tetapi keunggulannya atas Marquez kini menyusut menjadi hanya 19 poin. Marquez naik ke posisi kedua dengan 237 poin, sementara Bezzecchi turun ke posisi ketiga dengan 232 poin.
Dengan dua kemenangan sepanjang akhir pekan, Marquez membawa pulang 37 poin dari Aragon.
Dan melihat performanya sepanjang akhir pekan, satu hal kembali terlihat jelas: ketika MotoGP tiba di Aragon, Marc Marquez memang sulit untuk dihentikan. (*)