MAKI Desak KPK Beri Kejelasan Status Hukum Dugaan Korupsi DAS Ampal Balikpapan

Jurnalis: Kurniawan
Editor: Mustopa

4 Agt 2024 04:55

Thumbnail MAKI Desak KPK Beri Kejelasan Status Hukum Dugaan Korupsi DAS Ampal Balikpapan
Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Komaryono (Foto: Dok. Pribadi)

KETIK, BALIKPAPAN – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menjelaskan status hukum dugaan korupsi pada proyek penanganan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal di Kota Balikpapan.

Karena, mulai dari kunjungan Ketua Sementara KPK Nawawi Pamolango ke Balikpapan pada 18 Desember 2023 lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait kasus tersebut.

Bahkan muncul petisi warga Balikpapan yang mendorong KPK untuk mengusut tuntas proyek DAS Ampal. Termasuk proyek-proyek yang kini masih berjalan di Balikpapan. 

"KPK ini harusnya transparan terkait hasil monitoring kunjungan ke Balikpapan. Karena sampai saat ini belum juga ada status hukum proyek DAS Ampal," kata Sekjen MAKI Komaryono kepada ketik.co.id, Minggu (4/8/2024).

Baca Juga:
Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

"Kalau disitu tidak ditemukan adanya perbuatan tindak pidana korupsi ya harus Plt Ketua KPK Nawawi Pomolango menyampaikan ke publik biar masyarakat tahu bahwa proyek tersebut clear and clean," sambungnya.  

Komaryono mengatakan, sebagai lembaga anti rasuah yang dibiayai negara, KPK harus turun mencari bukti dugaan korupsi proyek penanganan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal di Kota Balikpapan.

Bukan justru sebaliknya, ketika MAKI melaporkan dugaan korupsi DAS Ampal sesuai dengan mekanisme, lalu MAKI diwajibkan pula untuk mencantumkan bukti yang lebih detail untuk bahan penyelidikan dan hal itu riskan dilakukan.

"KPK ini kan lembaga anti rasuah, dalam melakukan semua kegiatan juga dibiayai oleh negara. Ketika ada permasalahan dugaan korupsi ya harusnya segera turun ke bawah mencari bukti," lanjutnya.

Baca Juga:
Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

"Sebab KPK mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan investigasi termasuk uji material yang ada pada proyek tersebut. Bukan malah kami yang melaporkan lalu diwajibkan juga mencari bukti detail, ya itu riskan sekali" ujarnya. 

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk monitoring dan penyelidikan dugaan penyimpangan lelang dan pembangunan proyek pengendali banjir DAS Ampal Balikpapan.

Menurut Komaryono, pembangunan proyek pengendali banjir DAS Ampal Balikpapan yang dikerjakan PT. Fahreza Duta Perkasa (FDP) dengan nilai kontrak Rp136.410.884.909, dari proses lelang diduga terjadi pengaturan atau kompetisi yang tidak fair. Imbasnya pembangunan tidak berjalan sesuai schedule atau progres. 

"Kami sudah melayangkan surat permohonan kepada KPK untuk monitoring dan penyelidikan dugaan penyimpangan lelang dan pembangunan proyek pengendali banjir DAS Ampal Balikpapan. Dugaan kami ada ketidakwajaran di sana, mulai dari proses lelang hingga proses pengerjaannya," kata Komaryono  

Komaryono menjelaskan, surat yang dikirimkan ke KPK dilampiri juga dengan beberapa bukti fakta yang ditemukan.(*)

Baca Sebelumnya

Didedikasikan untuk Sang Guru Dynand Fariz, Desainer Migi Rihasalay Tampil Pertama Kalinya di JFC 2024

Baca Selanjutnya

Putra Putri Berprestasi Meriahkan Hari Jadi ke-700 Kabupaten Blitar

Tags:

DAS Ampal Balikpapan Rasuah KPK MAKI Petisi Korupsi Dinasti

Berita lainnya oleh Kurniawan

SMPN 1 Kare Madiun Terpilih Jadi Tuan Rumah Program Kemenkeu Mengajar

8 Oktober 2024 09:34

SMPN 1 Kare Madiun Terpilih Jadi Tuan Rumah Program Kemenkeu Mengajar

Awali Kampanye, Cawali Madiun Maidi Jenguk Pasien di RS

8 Oktober 2024 09:17

Awali Kampanye, Cawali Madiun Maidi Jenguk Pasien di RS

Jumlah RTLH di Kabupaten Madiun Berkurang, Ini Penjelasannya

7 Oktober 2024 20:55

Jumlah RTLH di Kabupaten Madiun Berkurang, Ini Penjelasannya

KAI Daop 7 Madiun Dapat Penghargaan Atas Kontribusi Sosial di Madiun

4 Oktober 2024 17:11

KAI Daop 7 Madiun Dapat Penghargaan Atas Kontribusi Sosial di Madiun

Beri Pengalaman Menyenangkan bagi Tamu, Aston Madiun Gelar Perayaan Hari Batik

4 Oktober 2024 16:00

Beri Pengalaman Menyenangkan bagi Tamu, Aston Madiun Gelar Perayaan Hari Batik

DLH Kota Madiun Uji Emisi Kendaraan Secara  Door to  Door

3 Oktober 2024 21:39

DLH Kota Madiun Uji Emisi Kendaraan Secara Door to Door

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar