KETIK, SURABAYA – Makam Keputih Surabaya bakal dipasang kamera pengawas (CCTV) dan dipasang portal (gate system). Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setelah menerima keluhan warga mengenai tarif parkir yang melebihi ketentuan.
"Ada laporan terkait parkir di area Makam Keputih. Insyaallah ke depan sudah tidak ada lagi tarif parkir yang melebihi Rp5.000," kata Eri Cahyadi dikutip dari keterangan tertulis.
Dari hasil peninjauan, diketahui pengelolaan parkir di sana selama ini dilakukan warga sekitar. Ia meminta Dishub dan Satpol PP melakukan pengawasan agar tarif parkir dipungut sesuai ketentuan.
"Karena itu saya tidak ingin ada laporan atau keluhan bahwa ada yang menarik uang parkir lebih dari Rp5.000," tegasnya.
Ke depannya, Eri mengungkapkan, warga yang berkunjung ke Makam Keputih membayar parkir menggunakan QRIS maupun kartu e-toll. "Jadi saat masuk menggunakan portal dan saat keluar juga melalui portal," ungkapnya.
Baca Juga:
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Dukung Kejati Jatim Tuntaskan Dugaan Korupsi di KBSLebih lanjut, CCTV yang terpasang di Makam Keputih tidak hanya berfungsi untuk mengawasi transaksi parkir saja, melainkan juga untuk meningkatkan keamanan kendaraan pengunjung.
"Pertama, agar kendaraan lebih aman. Kedua, saat keluar nanti nomor pelat kendaraan dipastikan sesuai. Jadi bisa mencegah pencurian sepeda motor sekaligus menghilangkan praktik tarif parkir yang melebihi ketentuan," tuturnya.
Kemudian alasan sistem portal dipilih Pemkot Surabaya, bertujuan agar pengelolaan parkir menjadi lebih transparan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.
"Sekarang saya tata dan saya buat sistem portal agar semuanya terbuka dan transparan. Sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang berziarah ke Makam Keputih merasa dikenai tarif parkir melebihi ketentuan," tuturnya.
Baca Juga:
Eri Cahyadi Perketat Pengawasan Iuran RT RW, Pelanggar Terancam DicopotSementara itu selama masa transisi penerapan sistem baru, ia menginstruksikan Satpol PP dan Dishub untuk berjaga di kawasan Makam Keputih.
"Selama satu hingga dua bulan ke depan Satpol PP akan terus bertugas di sini untuk memastikan sistem berjalan sebagaimana mestinya," jelasnya. (*)