KETIK, JOMBANG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN "Veteran" Jawa Timur menggelar Workshop Edukasi Pemilahan Sampah dan Pembuatan Ecobrick di Desa Rejoslamet, Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja yang bertujuan memberikan solusi sederhana namun berdampak dalam mengurangi timbunan sampah plastik dari lingkungan rumah tangga.

Workshop diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Peserta dikenalkan pada perbedaan sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos dan sampah anorganik, seperti plastik kemasan, kantong plastik, serta bungkus sachet yang dapat dimanfaatkan menjadi ecobrick.

Mahasiswa KKN Kelompok 15 dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan sampah plastik yang cukup besar.

Baca Juga:
Air Laut Berwarna Hijau dan Ikan Mati di Sekitar Pelabuhan Jojame Halsel

Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun 2024, total timbulan sampah nasional mencapai 33,79 juta ton, dengan 19,65 persen di antaranya merupakan sampah plastik, meningkat dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 15,88 persen.

Selain itu, masih terdapat sekitar 11,3 juta ton sampah yang belum tertangani secara optimal.

Di Kabupaten Jombang sendiri, setiap harinya masyarakat menghasilkan sekitar 530 ton sampah.

Sebanyak 300 ton berhasil diolah melalui program Refuse-Derived Fuel (RDF), sedangkan sekitar 180 ton sampah masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo.

Baca Juga:
Bupati Jombang Minta Aset KPRI Sejahtera Dinilai Ulang

Meskipun Kabupaten Jombang telah memiliki 34 unit TPS 3R dan sistem pengelolaan sampahnya mendapat apresiasi sebagai salah satu percontohan nasional, sampah anorganik seperti plastik kemasan, bungkus sachet, dan plastik multilayer masih menjadi residu yang sulit terurai di TPA.

Kondisi tersebut menjadikan ecobrick sebagai salah satu alternatif yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri di rumah melalui pemilahan dan pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat, sehingga dapat membantu mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke TPA.

Ecobrick merupakan botol plastik bekas yang diisi dengan sampah plastik bersih dan kering hingga padat sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan penyusun berbagai produk, seperti kursi, meja, pagar, hingga taman sederhana.

Ecobrick tidak hanya membantu mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga menjadi media edukasi untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini.

Mahasiswa KKN Kelompok 15 juga mengajak peserta mengikuti sesi praktik pembuatan ecobrick.

Warga diajarkan cara membersihkan sampah plastik, memotongnya menjadi bagian-bagian kecil, memasukkannya ke dalam botol plastik, kemudian memadatkannya menggunakan tongkat hingga botol menjadi keras dan padat.

Selanjutnya, ecobrick yang telah selesai dibuat dirangkai menjadi sebuah meja sederhana sebagai contoh pemanfaatan hasil ecobrick.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang sampah plastik sebagai limbah yang tidak berguna, tetapi sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, penerapan ecobrick juga dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Mahasiswa KKN berharap edukasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Dengan dimulai dari rumah masing-masing, kebiasaan memilah dan mengolah sampah plastik diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Kabupaten Jombang, khususnya Desa Rejoslamet. Kegiatan Workshop Ecobrick ini sejalan dengan tema "Merawat Bumi, Membangun Generasi".

Setiap ecobrick yang dihasilkan merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkannya.(*)