KETIK, BANDUNG – Dalam kegiatan Festival Literasi Kota Bandung, Mahasiswa ITB kenalkan Tangram Robot. Sebuah media pembelajaran interaktif dengan menggabungkan konsep Internet of Things (IoT), robotika dan permainan tangram klasik menjadi satu pengalaman belajar yang menyenangkan.
Secara sederhana, Tangram Robot adalah robot yang bisa menyusun keping-keping tangram menjadi berbagai bentuk mulai dari kucing, kapal, sampai hati.
Pengunjung tinggal memilih bentuk yang diinginkan lewat website yang disediakan, lalu robot akan bekerja sendiri menyusun kepingan tersebut secara otomatis.
Cara ini membuat peserta tidak sekadar menonton, tapi juga ikut merasakan bagaimana teknologi bekerja di depan mata mereka.
Salah seorang anggota tim Tangram Robot, Salma, menceritakan bahwa ide di balik Tangram Robot sebenarnya berangkat dari keinginan mendekatkan konsep IoT. Menurutnya, tangram dipilih bukan tanpa alasan.
Baca Juga:
Siapkan Dua Agenda Besar, Mentrans RI Sebut akan Fokus Revitalisasi dan Transformasi Transmigrasi"Tangram Robot itu sebenarnya penerapan sistem IoT yang bisa diprogram. Kami pilih tangram karena permainannya interaktif bisa disusun menjadi kucing, kapal, atau hati jadi peserta belajar sambil main," ujar Salma.
Selain itu, kehadiran Tangram Robot juga sekaligus menjadi cara tim untuk memperkenalkan Program Studi Teknik Fisika kepada publik. Bagi mereka, proyek ini dipilih justru karena mampu merangkum berbagai keterampilan dari jurusan Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Informatika, dan Fisika.
"Kami pilih Tangram Robot karena di situ ada perpaduan pemrograman, mekanika, sampai desain visual. Selain itu, kami juga memberikan kesempatan agar para pengunjung ikut mencoba dalam penggunaan Tangram Robot," ujar Dery.
Pengunjung tidak hanya diajak mencoba Tangram Robot secara langsung, tapi juga mengikuti sesi pemaparan materi dan kuis interaktif.
Baca Juga:
Dies Natalis ke-22 SBM ITB: Perkuat Peran Pendidikan Bisnis Berkelanjutan melalui "Entrepreneurial Business"Lewat kuis ini, peserta didorong untuk lebih dulu membaca dan menyimak materi sebelum menjawab dan bagi yang berhasil menjawab benar, panitia menyiapkan hadiah berupa kit tangram sebagai bentuk apresiasi.
Yang menarik, Tangram Robot dirancang agar bisa dinikmati semua kalangan usia. Karena sistem sudah dilengkapi perangkat lunak dengan pilihan bentuk yang tinggal dipilih.
Alhasil, baik anak-anak maupun orang dewasa bisa sama-sama menikmati pengalaman belajar robotika tanpa perlu latar belakang teknis.
"Sekarang Tangram Robot masih dalam tahap prototipe dan dipakai buat pembelajaran di kampus. Tapi ke depan, inovasi ini masih bisa terus dikembangkan untuk kebutuhan yang lebih luas, termasuk di dunia industri," ucap Jeriko.
Kehadiran Tangram Robot di Festival Literasi Kota Bandung membuktikan bahwa literasi tidak hanya soal buku dan bacaan. Lewat inovasi sederhana namun kreatif seperti ini, festival menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal teknologi, robotika, dan karya-karya mahasiswa yang menghadirkan cara belajar baru yang interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. (*)