Atas capaian itu, Lumajang masuk dalam jajaran 30 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima empat penghargaan sekaligus.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga masyarakat.

"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga masyarakat berjalan dengan sangat baik. Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi prestasi seluruh masyarakat Lumajang," ujarnya usai menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu, 29 Juli 2026.  

Menurut Yudha, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun keluarga sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai inovasi terus dikembangkan agar program kependudukan, keluarga berencana, dan pemberdayaan keluarga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:
IPM Lumajang Meningkat, Dari 69,37 Tahun 2023 Menjadi 71,02 di 2025

Ia juga mengapresiasi peran TP PKK Kabupaten Lumajang beserta para kader hingga tingkat desa yang selama ini aktif mendukung edukasi kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ketahanan pangan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Yudha, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen memperkuat inovasi dan kolaborasi agar setiap program pembangunan keluarga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain Kabupaten Lumajang, sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar juga menerima empat penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN.

Baca Juga:
Baznas Lumajang Gelar Bakti Sosial Kesehatan Skrining Pendengaran