KETIK, BATU – Liga Desa Torongrejo resmi dibuka di Lapangan Gelora Ganesha, Desa Torongrejo, Kota Batu, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Turnamen sepak bola tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan diikuti tujuh RW.

Menariknya, Liga Desa Torongrejo menggunakan format kelompok usia U-40. Setiap tim diperbolehkan menurunkan pemain berusia 30 tahun ke atas dengan komposisi maksimal lima pemain dalam tim dan dua pemain di lapangan.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan dan kerukunan masyarakat.

“Tentu saya berharap melalui kegiatan turnamen sepak bola pada sore hari ini bisa mempererat hubungan kita, kerukunan kita. Yang paling penting dari soal menang dalam pertandingan adalah seduluran selawase. Ini yang paling penting,” ujar Cak Nur, sapaannya.

Ia meminta seluruh pemain menjaga suasana pertandingan tetap menyenangkan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu maupun merugikan pemain lain.

Baca Juga:
Kabar Gembira! Pemerintah Tambah 3.400 Kuota Undangan Upacara HUT RI di Istana Merdeka

“Tetaplah bergembira dalam pertandingan. Tidak perlu saling mengejek, tidak perlu berbuat kasar atau membuat teman merasa resah.  Kasihan, bagaimanapun ini adalah saudara-saudara kita,” seru Politisi PKB ini.

Cak Nur juga mengingatkan para pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas agar seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan baik, lancar, aman, dan nyaman.

“Kemudian junjung tinggi sportivitas supaya proses pertandingan bisa berjalan dengan baik, lancar, dan aman, nyaman bagi semuanya. Kepada para penonton, mari kita dukung kesebelasan masing-masing, tentu dengan tertib, aman, dan riang gembira,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Nur juga menyampaikan program optimalisasi lapangan desa dan kelurahan. Ia menyebut Desa Torongrejo telah menunjukkan kemandirian dalam membangun lapangan tanpa menggunakan APBD Kota Batu.

Baca Juga:
Bantuan Tempat Ibadah di Kota Batu Tunggu Kepastian, Anggaran Dibahas dalam PAK 2026

“Ada program yang namanya optimalisasi lapangan desa dan kelurahan. Dan Torongrejo telah membuktikan kemandiriannya dalam membangun lapangan tanpa APBD Kota Batu,” ujarnya.

Setelah pembangunan lapangan selesai, jelas dia, Desa Torongrejo kemudian mengajukan penambahan pembangunan. Pemerintah Kota Batu selanjutnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar.

“Setelah selesai ini baru mengajukan untuk penambahan pembangunan. Alhamdulillah dialokasikan Rp1 miliar. Semoga bermanfaat,” pungkas Cak Nur.