Lek Mellek, Begadang Penuh Makna di Malam Menjelang Pernikahan

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Aziz Mahrizal

8 Jun 2025 13:34

Thumbnail Lek Mellek, Begadang Penuh Makna di Malam Menjelang Pernikahan
Tradisi Lek Mellek di Madura. (Foto: Akun Facebook Abdoel Kholiq El Munawwir)

KETIK, SAMPANG – Saat malam mulai turun di sebuah desa kecil di Sampang, Madura, Jawa Timur, suara tawa dan denting alat musik terdengar dari rumah salah satu warga. Di halaman rumah yang diterangi lampu sederhana, puluhan orang tampak berkumpul. 

Anak-anak berlarian, para wanita sibuk di dapur, dan para pria memainkan kartu sambil tertawa lepas. Inilah Lek Mellek, tradisi begadang yang dilakukan semalam sebelum pesta pernikahan.

Lek Mellek dalam bahasa Madura berarti begadang. Namun, begadang di sini bukan tanpa tujuan. Menjadi bagian penting dari proses pernikahan. 

Di malam sebelum pesta digelar, warga sekitar rumah pengantin datang berbondong-bondong untuk membantu dan merayakan. Ada yang memasak, membersihkan rumah, menghias tenda, hingga sekadar bercengkrama sambil menyeruput kopi.

Baca Juga:
Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

Lebih dari Sekadar Begadang.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol kebersamaan serta solidaritas masyarakat Madura. Dalam budaya lokal, Lek Mellek tidak hanya membantu persiapan pernikahan, tapi juga mempererat silaturahmi yang oleh masyarakat disebut nyambung beleh.

“Lek Mellek itu ibaratnya kami menunjukkan bahwa kami peduli, bahwa kami ikut senang dengan kebahagiaan orang lain,” ujar Hamidun, warga Desa Torjunan sambil menyajikan kopi kepada tamu yang baru datang malam itu.

Masyarakat Madura dikenal sebagai perantau. Oleh karena itu, momen seperti ini menjadi saat yang sangat dinantikan untuk "toron" atau tradisi pulang kampung saat ada hajatan besar. Lek Mellek menjadi ruang temu lintas generasi, tempat cerita lama berulang, dan rasa kekeluargaan kembali dirajut.

Baca Juga:
Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Tak heran, jika tradisi ini tidak dilakukan, masyarakat bisa berasumsi bahwa sang tuan rumah pelit atau tidak ingin bersosialisasi. Bahkan ada ungkapan lokal yang menyindir, “tekeh, tandek sepanjang-polong karo tak luang nasek,” yang artinya kurang lebih, “pelit, tidak mau berkumpul keluarga, dan tidak mau menjamu tamu.”

Hiburan, Ibadah, dan Kontroversi.

Prosesi Lek Mellek biasanya dimulai sekitar pukul 9 malam hingga menjelang subuh. Tanpa undangan resmi, siapa saja boleh datang, baik laki-laki maupun perempuan.

Di satu sisi rumah, dapur memenuhi aktivitas. Para ibu dan remaja perempuan memasak masakan khas, menyiapkan camilan, atau membuat kopi. Di sisi lain, kaum laki-laki berkumpul dengan hiburan: karaoke, permainan kartu, hingga alat musik tradisional.

Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi ini juga menghadapi tantangan. Di beberapa tempat, permainan kartu yang awalnya untuk hiburan berubah menjadi perjudian kecil dengan taruhan uang atau rokok. Ada pula konsumsi minuman keras di beberapa acara, tergantung pada tuan rumah. Praktik ini mencakup, terutama dari sudut pandang agama.

Sebagian warga dan tokoh agama berupaya menjaga nilai-nilai keislaman dalam tradisi ini dengan mengadakan pengajian, pembacaan shalawat, hingga tahlilan sebagai bagian dari Lek Mellek. Kegiatan spiritual ini diyakini dapat mengarahkan kembali tradisi pada niat awalnya: berkumpul dalam kebaikan.

Menjaga Warisan Sosial.

Dahulu, Lek Mellek adalah acara yang sederhana, hanya melibatkan tetangga dan kerabat dekat. Namun sekarang, hampir seluruh warga desa datang membantu dan meramaikan. Tuan rumah pun menyuguhkan makanan dan hiburan seadanya, sebagai bentuk penghormatan atas kedatangan tamu.

Meski noda berbagai dinamika, tradisi Lek Mellek tetap menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Di balik malam tanpa tidur, ada makna mendalam tentang gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang tidak bisa diabaikan.

Di tengah kebisingan tawa dan aroma kopi yang mengepul, Lek Mellek tak hanya tentang persiapan pesta. Ia adalah pesta itu sendiri, pesta dari rasa kebersamaan yang semakin langka di tengah modernisasi.(*)

Baca Sebelumnya

Daftar Pebulutangkis Tuan Rumah Juara Indonesia Open dari Masa ke Masa, Lengkap!

Baca Selanjutnya

Ngeri! Kandidat Capres Kolombia Ditembak di Kepala Tiga Kali saat Pidato

Tags:

Lek Mellek Tradisi Madura Begadang pernikahan Nyambung Baleh Madura

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

14 April 2026 09:00

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

14 April 2026 06:00

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

12 April 2026 22:47

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

11 April 2026 23:30

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar