KETIK, CILACAP – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra Novita Wijayanti meninjau pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Cirajayu di Desa Bengbulang, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Selasa, 28 Juli 2026.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus melihat secara langsung progres pembangunan tanggul serta tebing pengaman sungai tersebut.
Dalam kesempatan itu, Novita didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Roy Panagom Pardede. Tampak hadir pula Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, David Ishaq Aryadi dan Wakil Ketua DPRD Cilacap, Suyatno.
"Hari ini, saya bersama dengan Kementerian PU, meninjau pembangunan yang sedang berproses yaitu prasarana pengendalian banjir Sungai Cirajayu, yang ditargetkan akan selesai di bulan November," ujar Novita.
"Kalau untuk anggaran sebenarnya sampai Desember, tapi ini dikebut karena biasanya di akhir tahun sudah mulai masuk musim penghujan," lanjutnya.
Baca Juga:
Anggota DPR RI Novita Wijayanti Gandeng Kementerian PU Cetak Tukang Bersertifikat di CilacapAdapun proyek bernilai belasan miliaran ini, merupakan usulan dari Kepala Desa serta warga sekitar, dimana akses satu-satunya yang menyambungkan empat desa yakni Bengbulang, Ciruyung, Pamulihan dan Sidamulya.
"Jadi ini satu-satunya jalan tapi kondisinya sudah terkena erosi, dan hampir longsor. Maka dari itu, pemerintah dan kita Komisi V menurunkan program ini untuk penguatan tebing dengan nilai anggaran Rp 14,9 miliar sepanjang 800 meter," ungkap Novita.
Ia berharap adanya prasarana pengendalian banjir Sungai Cirajayu tersebut, membawa dampak manfaat baik untuk akses jalan maupun warga sekitar.
"Harapannya program ini bisa memperbaiki jalan, dan masyarakat bisa berlalu lintas ya dengan baik karena ini adalah akses utama satu-satunya. Kalau ini nggak diperbaiki, nanti bisa longsor sewaktu-waktu, dan akses bisa terisolir," kata Novita.
Baca Juga:
Komisi VIII DPR RI Sosialisasikan Persiapan Haji 2027 di Blitar, Gus An’im: Aturan Baru Disiapkan Lebih AwalKepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Roy Panagom Pardede mengaku pembangunan prasarana pengendalian banjir ini tidak hanya Sungai Bengbulang saja, namun ada pula dua sungai lainnya yakni Sungai Cikawung dan salah satu sungai di wilayah Wanareja.
"Ini tujuannya untuk pengendalian banjir ya, kebetulan disini ada aset berupa jalan yang merupakan sarana vital, menghubungkan empat desa. Jadi kalau ini sampai putus, bisa berdampak terhadap perekonomian warga," ujar Roy.
"Jadi kita menjaga risiko gerusannya ini, dan untuk saat ini, progres pembangunan sudah 73 persen, kita akan genjot terus sampai selesai di Bulan November," tandasnya.
Sementara Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, David Ishaq Aryadi menyatakan dukungannya terhadap pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Cirajayu ini yang dinilai olehnya memiliki multi efek yang luar biasa.
"Kami dari DPRD Provinsi mendukung sekali program ini, karena selain bertujuan untuk mengendalikan banjir, juga sawah-sawah menjadi tidak terdampak. Kemudian jalan juga bisa dipakai untuk warga di empat desa," ujar David.
"Alhamdulillah Bu Novita bisa menurunkan program ini. Tentu Pak Kadesnya senang dan warga pun ikut senang. Mari doakan bersama semoga pekerjaannya lancar, kemudian perekonomiannya juga," pungkasnya.(*)