KETIK, MALANG – Di tengah fluktuasi pasar keuangan dan ketidakpastian ekonomi global, investor kini mulai melirik aset riil sebagai penyeimbang risiko. Salah satu aset investasi yang dinilai aman, adalah properti berupa rumah kos premium di pusat Kota Malang. 

Selain menawarkan potensi kenaikan nilai aset dalam jangka panjang, rumah kos memiliki keunggulan kompetitif berupa pemasukan rutin dari uang sewa yang relatif stabil, terlepas dari naik-turunnya pasar modal. 

Peluang tersebut dijawab oleh Metro Point Sigura-Gura yang menawarkan konsep rumah kos premium sebagai aset produktif. Properti ini berlokasi di Jalan Mertojoyo Kecamatan Lowokwaru, kawasan strategis yang dikelilingi kampus besar seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Malang dan Politeknik Negeri Malang (Polinema). 

Manajer Pemasaran Metro Point, Yudi menyampaikan bahwa Kota Malang saat ini terdapat sekitar 350 ribu mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai kampus. Dengan kedatangan lebih dari 45 ribu mahasiswa baru setiap tahunnya. 

"Kondisi ini menciptakan kebutuhan hunian, sehingga investasi rumah kos memiliki prospek yang baik. Selama kampus tetap beroperasi, maka kebutuhan kos akan selalu ada," ujarnya kepada wartawan, Kamis, 29 Oktober 2026.

Baca Juga:
Sumbang 15 Persen Penilaian Adipura, DLH Kota Malang Tetap Fokus Tangani TPA Supit Urang

Ilustrasi proyek rumah kos premium yang sedang dibangun dan dikembangkan oleh Metro Point di kawasan Jalan Mertojoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Kamis, 29 Oktober 2026 (Foto : Kukuh/Ketik)

Dibandingkan saham yang rentan terhadap tekanan suku bunga akibat tingginya inflasi, maka properti rumah kos berfungsi sebagai pelindung investasi yang efektif. Karena pemilik memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan tarif sewa yang umumnya bertepatan saat tahun ajaran baru, sehingga nilai aset tetap terjaga dan menghasilkan pemasukan yang stabil.

Salah satu tantangan terbesar investor adalah risiko kamar kosong. Untuk memitigasi hal tersebut, pengembang Metro Point memiliki pengalaman panjang dalam mengelola rumah kos profesional. 

"Kami didukung oleh manajemen kos berpengalaman, yang telah mengelola lebih dari 5 proyek klaster kos dengan total 400 kamar terisi penuh. Sistem operasional yang matang mulai dari pemasaran hingga pemeliharaan bangunan telah dirancang sedemikian rupa, sehingga investor tidak perlu repot mengurus operasional harian," bebernya. 

Baca Juga:
Gelar Festival Batik Ke-7, Kelurahan Sukun Kenalkan Makna Batik kepada Siswa SD

Selain itu, aspek legalitas menjadi prioritas utama Metro Point. Pihaknya memastikan seluruh dokumen dan sertifikat berada langsung di pengembang, sehingga memberikan kepastian hukum bagi investor sejak awal transaksi. 

"Dengan legalitas yang jelas dan aman, investor dapat berinvestasi dengan lebih tenang. Calon pembeli tetap dapat memeriksa dokumen kepemilikan sebelum mengambil keputusan membeli, sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dalam investasi properti," pungkasnya.(*)