KETIK, SLEMAN – Rotasi kepemimpinan dan pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali bergerak. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi melantik dan mengambil sumpah 26 pejabat baru yang terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, hingga Kepala Puskesmas, Selasa 2 Juni 2026.
Prosesi sakral ini berlangsung khidmat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta instansi vertikal.
Dalam jajaran tersebut, Abu Bakar resmi mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman.
Namun, alih-alih sekadar menjadi seremoni administratif rutin, prosesi pelantikan kali ini sarat akan pesan mendalam dari orang nomor satu di Sleman.
Bupati Harda Kiswaya memberikan wejangan dan reflektif mengenai esensi kepemimpinan yang bersih dan membumi. Ia menekankan bahwa tantangan tata kelola pemerintahan ke depan akan semakin berat, kompleks, dan menuntut respons yang cepat.
"Saya berharap para pejabat yang dilantik hari ini mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru, tidak terjebak pada rutinitas, serta berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Bekerjalah dengan orientasi hasil, bukan sekadar menggugurkan kewajiban," tegas Harda dalam sambutannya.
Baca Juga:
Baru Dilantik Jadi Sekda Sleman, Abu Bakar Langsung Soroti Dugaan Malpraktik RSUD PrambananAngkat Falsafah Jawa dan Hasta Brata
Lebih lanjut, Bupati Harda mengingatkan para pemangku kebijakan dengan sebuah falsafah Jawa yang mendalam mengenai hakikat seorang pamong masyarakat. Ia meminta seluruh jajarannya untuk memegang teguh komitmen moral dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Sebagai seorang pemimpin saudara dituntut untuk bersikap ‘sepi ing pamrih, rame ing gawe’, yaitu bekerja dengan penuh dedikasi tanpa mengedepankan kepentingan pribadi. Jabatan bukanlah sarana untuk mencari keuntungan, melainkan ladang pengabdian untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," urai Bupati Sleman.
Tidak hanya itu, para pejabat juga diminta mengamalkan konsep kepemimpinan spiritual-kultural Hasta Brata. Melalui konsep ini, Harda menitipkan pesan agar pemimpin senantiasa membumi, welas asih, namun tetap tegas, pantang menyerah, serta selalu mengusahakan kesejahteraan masyarakat.
"Dengarkan aspirasi mereka, pahami permasalahan yang dihadapi, dan hadirkan solusi yang nyata. Pemerintah hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani," imbuhnya.
Di akhir arahannya, aspek integritas dan kejujuran menjadi poin utama yang digarisbawahi. Harda meyakini bahwa dengan landasan kejujuran yang tercermin dalam setiap kebijakan, Pemkab Sleman dapat menjalankan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan bebas dari tindakan korupsi.
Jajaran Pejabat Baru
Baca Juga:
Mantan Kepala BKAD Abu Bakar Dilantik Jadi Sekda Sleman Gantikan Susmiarto, Ini ProfilnyaJajaran pejabat utama dimulai dari Abu Bakar yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman. Selanjutnya, Junaidi diamanahi posisi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, disusul Dwi Wulandari yang mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.
Posisi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman kini dijabat oleh Alhalik, sedangkan Liem Astuti resmi memimpin sebagai Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Untuk sektor kebencanaan, Bambang Kuntoro dilantik menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.
Di tingkat wilayah dan dinas, Muhammad Arif Rahman resmi menjabat sebagai Panewu Moyudan Kabupaten Sleman, didampingi oleh Agung Dwi Maryoto yang menduduki posisi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman. Sektor pelayanan kesehatan diisi oleh Nisa Fidyati sebagai Wakil Direktur Adminstrasi dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Sementara itu, penguatan internal BPBD diisi oleh Ari Triyono sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, serta Uun Mardiyanto sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik.
Selanjutnya, Achmad Subhan dilantik sebagai Panewu Anom Kapanewon Sleman Kabupaten Sleman. Urusan keluarga berencana dipegang oleh Widaningsih yang menjabat Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.
Di bidang keuangan, Wijayasari resmi menjadi Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman. Kembali ke fasilitas kesehatan, Tri Sunu Yulianto mengemban posisi Kepala Bidang Sarana Pelayanan Kesehatan dan Teknologi Informasi RSUD Sleman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Untuk wilayah Kapanewon Pakem, terdapat Yunita Rindi Astuti sebagai Kepala Jawatan Sosial dan Eka Septiyaningsih sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian.
Di dinas teknis lainnya, Asmaul Husna menjabat sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Kabupaten Sleman.
Di garda terdepan kesehatan masyarakat, posisi strategis tata usaha diisi oleh Siswanto sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Godean II, Cincin Tri Astuti sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Prambanan, dan Novia Ariyani sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Tempel II.
Unit laboratorium dikomandoi oleh Gunanto selaku Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dengan didampingi Panca Indriarti Wiliarti sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada unit tersebut.
Tiga posisi pimpinan fasilitas kesehatan utama diisi oleh Suryati yang menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Minggir, dr Desi Arijadi sebagai Kepala Puskesmas Seyegan, serta dr Reni Anjar Asmarani yang resmi dilantik sebagai Kepala Puskesmas Mlati II Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. (*)