KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan lahan seluas 5,2 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, program yang digagas pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Lahan milik pemerintah daerah tersebut telah ditinjau langsung oleh tim Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Jumat, 24 Juli 2026, guna memastikan kesiapan lokasi sebelum memasuki tahap konstruksi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Efif Sakti Wibowo, mengatakan lahan yang disiapkan terbagi menjadi dua area yang dipisahkan oleh aliran sungai.

Menurutnya, area di sebelah utara Rusunawa Jepun direncanakan menjadi kompleks sarana olahraga. Sementara area di sisi timur akan dimanfaatkan sebagai asrama peserta didik dan pusat kegiatan belajar mengajar.

"Lahan yang disiapkan terbagi menjadi dua area yang nantinya memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan Sekolah Rakyat," kata Efif.

Baca Juga:
Turun Langsung ke Lapangan, Plt Wali Kota Madiun Pastikan Tindak Lanjuti Keluhan Warga

Dalam peninjauan tersebut, tim Kementerian PU mengevaluasi sejumlah aspek penunjang, mulai dari aksesibilitas menuju lokasi, ketersediaan jaringan listrik, pasokan air bersih, hingga kondisi vegetasi di sekitar kawasan.

Efif menjelaskan, tanaman tebu yang saat ini masih berada di lokasi tidak lagi terikat kontrak sewa sehingga tidak akan menghambat proses pembangunan.

"Kondisi tapak secara umum dinyatakan siap. Kami berharap proyek ini dapat dieksekusi sesuai estimasi target," ujarnya.

Untuk mendukung konektivitas antarkawasan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga merencanakan pembangunan dua jembatan penghubung. Satu jembatan akan memanfaatkan akses melalui Rusunawa Jepun, sedangkan satu lainnya akan dibangun di sisi timur lokasi.

Baca Juga:
Hadapi Potensi Tsunami, Novita Wijayanti Gandeng Kementerian PU Bangun Shelter Rp83 Miliar di Cilacap

Ia menambahkan, proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung masuk dalam gelombang atau tahap ketiga pembangunan secara nasional.

Sesuai rencana, pengerjaan konstruksi akan dimulai pada Oktober 2026 dengan estimasi waktu pelaksanaan selama enam hingga tujuh bulan.

Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan sekaligus menjadi sarana pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Tulungagung.(*)