KETIK, TUBAN – Di tengah ancaman perubahan iklim dan kritisnya lahan produktif, sekelompok warga di Dusun Kenongo, Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban memilih bertindak nyata.

Melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Mandiri, mereka mengikuti program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan memproduksi 35.000 batang bibit siap tanam untuk menghijaukan kawasan sekaligus membakar semangat ekonomi warga lokal.

Program swakelola yang digandeng bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo Kementerian Kehutanan berfokus merawat jenis tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi.

"Kami menyemai tiga jenis tanaman unggulan dari 10.000 batang alpukat, 15.000 batang gmelina, dan 10.000 batang balsa," tegas Ketua KTH Karya Mandiri, Mursidi, saat ditemui di lokasi persemaian.

Kombinasi jenis tanaman itu dipilih bukan tanpa alasan. Alpukat ditargetkan memberi hasil panen rutin bernilai jual tinggi, sedangkan gmelina dan balsa adalah kayu cepat tumbuh yang siap panen dalam kurun 5 sampai 5 tahun untuk memasok industri kayu.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca 3 Hari ke Depan: BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Menariknya, seluruh proses operasional mulai pengisian polybag, penyiapan media tanam, hingga penyemaian dilakukan murni secara gotong royong tanpa sistem upah harian oleh anggota KTH 

"Tidak ada upah harian. Yang ada hanya semangat yang sama menyelamatkan tanah sekaligus masa depan anak cucu. Ini investasi jangka panjang," tambah Mursidi.

Jenis bibit Alpukat di ruang memproduksi KBR KTH Karya, Kamis 20 Agustus 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

Lokasi KBR di Dusun Kenongo diposisikan secara strategis di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo untuk memangkas potensi erosi dan tanah longsor. Menariknya, titik persemaian ini berada tepat di area wilayah kerja migas Pertamina EP Cepu.

Baca Juga:
Serentak di Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya melalui Program PEKA

Melihat fakta bahwa wilayah Wonosari masuk dalam Ring 1 aktivitas migas Pertamina, KTH Karya Mandiri berharap adanya sinergi nyata dari BUMN energi tersebut dalam aksi reboisasi dan penyaluran bibit ke masyarakat kelak.

"Dukungan awal dari BPDAS Solo menjadi pemantik utama kami. Kami sangat berharap sekitar 3 hingga 4 bulan ke depan, saat bibit siap diserahkan ke warga, Pertamina juga bisa hadir menyokong langkah ini. Karena wilayah kami berada langsung di area kerja migas mereka," pungkas Mursidi.

Aksi mandiri 35.000 bibit ini digadang-gadang mampu mengubah citra Senori dari wilayah terkesan gersang menjadi percontohan desa mandiri lingkungan yang sejahtera.

KBR sendiri merupakan program prioritas Kementerian Kehutanan guna mempercepat rehabilitasi lahan kritis berbasis pemberdayaan masyarakat. (*)