KETIK, JEMBER – Suasana berbeda tampak di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Kamis pagi, 16 April 2026. Kampus yang biasanya dipenuhi suara kendaraan bermotor berubah lebih tenang, digantikan langkah kaki dan dering sepeda.
Perubahan suasana ini merupakan bagian dari kampanye “Satu Hari Tanpa BBM” yang digagas sivitas akademika UIN KHAS sebagai bentuk kepedulian terhadap isu krisis energi dan perubahan iklim.
Sejak pukul 06.00 WIB, dosen dan tenaga kependidikan mulai memadati titik kumpul di Gedung Pascasarjana baru yang berada di belakang Hotel 91. Dari lokasi tersebut, rombongan melakukan jalan sehat dan bersepeda menuju kampus utama UIN KHAS Jember.
Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi.
Baca Juga:
UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak“Gerakan ini sebagai bukti nyata kepedulian sivitas akademika UIN KHAS Jember dalam melakukan efisiensi BBM, terutama di tengah krisis energi global yang dipicu konflik di kawasan Timur,” ujar Nawawi kepada wartawan.
Menurutnya, gerakan tersebut tidak sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kampus ingin membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda.
“Dalam era yang serba cepat dan instan, ajakan untuk meninggalkan kendaraan bermotor, meski hanya sehari, menjadi pengingat bahwa pola hidup konsumtif perlu kita evaluasi bersama,” katanya.
Baca Juga:
Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPLSetibanya di halaman rektorat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama yang diikuti para peserta.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran bazar UMKM yang digagas oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN KHAS Jember.
Kombinasi kegiatan olahraga dan bazar UMKM tersebut menunjukkan bahwa gerakan peduli lingkungan dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan ekonomi lokal di lingkungan kampus.
Di tengah maraknya diskusi akademik tentang isu lingkungan, kegiatan ini dinilai menghadirkan praktik nyata yang melibatkan langsung seluruh elemen kampus.
Gerakan tersebut sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dalam membentuk generasi yang lebih peduli terhadap masa depan bumi.
Larangan membawa kendaraan bermotor selama kegiatan berlangsung memang terlihat sederhana. Namun, pesan yang ingin disampaikan cukup kuat.
Yakni dengan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta membangun kesadaran bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Nawawi menambahkan, pihak kampus berencana menjadikan gerakan tersebut sebagai agenda rutin.
“Kami akan mengupayakan gerakan Satu Hari Tanpa BBM di lingkungan kampus UIN KHAS Jember ini bisa berjalan rutin setiap hari Kamis,” pungkasnya.(*)