KETIK, SAMPANG – Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang , Madura, Jawa Timur, memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) di bidang pertanian.
Namun, potensi tersebut belum bisa dikelola secara maksimal karena masih memiliki keterbatasan berupa rendahnya tingkat sumber daya manusia, minimnya sarana produksi serta alat dan mesin pertanian, dan yang sangat penting ketersediaan air.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, sangat dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk mengelola potensi yang ada guna dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
"Kecamatan ini terdiri dari 9 desa administratif," kata Camat Robatal Revelino Diaz Steny.
Menurutnya, waktu Musrenbang RKPD 2026, pihaknya sudah menyampaikan isu strategis yang menjadi perhatian utama, terutama di bidang pertanian, krisis air bersih, minimnya sumber mata air, infrastruktur dan pengembangan ekonomi lokal dari sektor pertanian.
Baca Juga:
Polsek Ngambon Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Bojonegoro"Salah satu potensi unggulan Kecamatan Robatal adalah produk lokal seperti bentol, padi dan daun kelor yang memiliki nilai jual tinggi," papar Revelino Diaz Steny kepada media ketik.co.id, Minggu 9 Februari 2025.
Namun, lanjut pria yang akrab disapa Diaz, permasalahan kekeringan yang kerap melanda saat musim kemarau menjadi tantangan utama bagi masyarakat Robatal khusus bagi petani.
"Permasalahan ketersediaan air bersih atau ketersediaan air untuk petani pada musim kemarau menjadi masalah serius di Kecamatan Robatal yang sangat dirasakan oleh masyarakat," ucapnya.
Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten atau OPD terkait untuk mensuportnya, karena solusi mengatasi krisis air bersih adalah pipanisasi.
Baca Juga:
Usai Tanam, Program Bongkar Ratoon Tebu di Blitar Diaudit Kementan, Ini yang Dicek di Lapangan"Untuk mengatasi krisis air bersih, pipanisasi menjadi solusi utama yang kami harapkan dapat diakomodasi. Selain itu, kami juga merencanakan revitalisasi embung yang mengalami pendangkalan, sehingga membutuhkan perhatian dari OPD terkait," tukasnya.(*)