KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menyiapkan tenaga penilai aset daerah melalui kolaborasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ternate. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola aset, sekaligus membuka peluang agar aset yang belum produktif bisa memberi manfaat ekonomi.

Kepala KPKNL Ternate, Umardani Yusuf Wahyudi, mengatakan pembentukan penilai di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) akan membantu memastikan setiap pemanfaatan atau pelepasan aset memiliki dasar penilaian yang terukur.

Sebanyak 11 calon penilai mengikuti praktik penilaian kendaraan dan inventaris dengan pendampingan tenaga penilai KPKNL sejak Senin 5 Oktober hingga Rabu 7 Oktober 2026.

“Kalau pemerintah daerah akan menyewakan tanah atau melelang kendaraan, penentuan nilainya dilakukan oleh tim penilai. Selama dua hari ini, 11 peserta sudah menjalani praktik dengan pendampingan dari KPKNL,” ujar Umardani saat diwawancarai di Kantor BPKAD Halmahera Selatan, Rabu 7 Oktober 2026.

Selain peningkatan kapasitas, kolaborasi ini mendorong pemetaan aset milik perangkat daerah. Aset yang rusak dapat ditindaklanjuti untuk penghapusan sesuai ketentuan, sedangkan lahan yang belum dimanfaatkan akan dikaji potensinya. Dalam peninjauan bersama Wakil Bupati Halmahera Selatan, rombongan juga melihat lahan yang direncanakan untuk kegiatan pertanian.

Baca Juga:
Halmahera Selatan Jadi Pelopor Pendampingan Penilai Aset Daerah di Maluku Utara

Gagasan tersebut menghubungkan optimalisasi aset dengan pemberdayaan petani: lahan pemerintah dapat disewakan dengan biaya terjangkau, sementara penerimaan sewanya menjadi pemasukan daerah.

Umardani menyebut dukungan pupuk dan bibit juga direncanakan bagi petani penggarap.

“Tanah-tanah yang belum dimanfaatkan akan kami pelajari agar bisa dioptimalkan, salah satunya untuk pertanian. Petani mendapat lahan dengan biaya sewa terjangkau, penerimaan sewanya masuk ke pemerintah daerah, dan dukungan pupuk serta bibit juga disiapkan,” katanya.

Umardani menyampaikan, sosialisasi mengenai pendataan dan pengelolaan aset dihadiri Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin serta melibatkan para kepala-kepala dinas.

Baca Juga:
ASDP Umumkan Jadwal KMP Lompa di Halmahera Selatan, Cek Rute Terbarunya

Ia berharap, dengan adanya penilai di daerah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat mengelola penilaian aset secara mandiri tanpa harus selalu mendatangkan tenaga penilai dari Ternate.