KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Jatim dari PDIP, Sita Uang Rp 300 Juta dan HP

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

11 Jul 2024 00:31

Headline

Thumbnail KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Jatim dari PDIP, Sita Uang Rp 300 Juta dan HP
Suasana di depan gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (10/7/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) kembali mengobok-obok Jawa Timur. Rangkaian penyidikan ini dilakukan dengan menyasar DPRD Jawa Timur. 

Informasi yang dihimpun, tim KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tempat dan pemeriksaan terhadap sejumlah nama, terkait pengembangan kasus Dana Hibah 2021 yang membelit Wakil Ketua DPRD Jatim saat itu, Sahat Tua P. Simanjuntak. Informasi ini dibenarkan oleh jubir KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, namun ia belum menjelaskan secara detail.

Pantauan wartawan Ketik.co.id di Markas Polda Jatim sepanjang Rabu (10/07) hingga dini hari, tidak terlihat ada anggota dewan yang diperiksa. Tim penyelidik dan penyidik KPK meminjam ruang di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Mapolda Jatim untuk melakukan pemeriksaan.

Dari informasi yang didapat, ada salah satu wanita berkerudung yang sempat diperiksa di Ditreskrimsus Polda Jatim.

Baca Juga:
Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Jatim dikabarkan telah diperiksa intensif oleh tim dari KPK. Salah satu yang telah terkonfirmasi adalah anggota DPRD Jatim dari PDIP, Mahhud.

Ketua DPC PDIP Bangkalan, Fatkurrahman membenarkan rumah Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, Mahhud digeledah KPK. 

Komisi anti rasuah menyita Hp dan uang sekitar Rp 300 juta. Namun saat disinggung terkait perkara apa, dirinya tidak mengetahui perkara yang menjerat Mahhud.

"Saya dari beberapa hari yang lalu saya di Jakarta. Jadi saya tidak tahu pasti masalah itu. Jadi sementara isunya seperti itu (ada penggeledahan)," ujarnya, Rabu (10/7/2024).

Saat dilakukan penggeledahan itu, KPK membawa barang bukti berupa handphone. Kemudian uang tunai kurang lebih Rp300 juta dengan percahan Rp2000-an, Rp5000-an hingga Rp100 ribuan.

"Yang saya tahu HP, dan uang pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp20 ribu. Ada sih yang seratusan tapi nggak banyak. (Rp300 juta) iya kurang lebih," ungkap dia.

Fatkurrahman mengaku jika dirinya terakhir bertemu dengan Mahhud pada Rabu (10/7/2024) pukul 14.00 WIB. Pertemuan tersebut untuk memastikan kabar penggeledahan tersebut.

"Tadi jam 2 saya sempat ketemuan di kantor karena terkait dengan itu kan tentu sebagai partai kami ingin tahu kepastiannya kayak apa kronologisnya. Saya tadi sempat ketemu," ungkap dia.

Fatkhurrahnan memastikan, Mahhud tidak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Sebab, setelah penggeledahan dirinya masih bisa ketemu dengan Mahhud.

"Iya, ada. Kan ada yang mengatakan (OTT) Makanya saya jawab, kalau untuk OTT tidak. Dibawa ke Polda atau Polres juga tidak karena saya ketemu langsung," katanya.

Setelah bertemu dengan Mahhud siang tadi, Fatkhurrahnan tak tahu lagi kabar Mahhud. Hingga saat ini, ia juga belum berkomunikasi dengan Mahhud.

"Saya sejak tadi, kita kan berpisah, saya pulang duluan karena agak capek juga sih makanya pulang duluan. Sampai saat ini saya tidak komunikasi," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang  anggota DPRD sebagai tersangka atas kasus dana hibah yang melibatkan mantan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.

KPK menggeledah sejumlah rumah pimpinan DPRD Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (10/7/2024). (*)

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Baca Sebelumnya

15 Tahun Jadi Langganan Kemacetan, Jalan Keputih Akhirnya Dilebarkan

Baca Selanjutnya

Jaga Keamanan Para Tamu, The Southern Hotel Gelar Pelatihan Bersama Polres Tanjung Perak

Tags:

KPK Geledah rumah anggota DPRD Jatim DPRD Jatim Jawa timur Sahat Tua Simandjuntak Polda Jatim

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H