KETIK, MALANG – Kota Malang ditunjuk menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia sebagai daerah percontohan (pilot project) perluasan digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis Digital Public Infrastructure. Transformasi digital yang diinisiasi pemerintah pusat ini bertujuan agar penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan sistem baru ini dirancang untuk meminimalkan inclusion error (salah sasaran kepada yang tidak berhak) maupun exclusion error (warga berhak yang terlewat).
"Kelurahan Kotalama dan Kelurahan Mergosono dipilih sebagai tempat uji coba terbatas. Pemilihan kedua wilayah ini didasarkan pada jumlah penduduk dengan kategori desil 1 hingga desil 5 yang relatif tinggi, sehingga sangat representatif," jelasnya, Minggu, 5 Juli 2026.
Melalui sistem Perlinsos Digital, masyarakat kini dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui situs resmi https://perlinsos.kemensos.go.id/ atau melalui agen yang telah ditunjuk. Terkait keamanan data, Wahyu menegaskan bahwa setiap proses pendaftaran akan dilengkapi mekanisme face recognition (pengenalan wajah).
"Masyarakat wajib hadir saat proses pendaftaran untuk face recognition tersebut. Setelah identitas tervalidasi, sistem otomatis memproses data dan menentukan kelayakan berdasarkan berbagai indikator yang terintegrasi," tambahnya.
Baca Juga:
Viral Disebut Mirip Kostum 'Mberot', UMM Batalkan Penggunaan Toga Wisuda BaruSaat ini, implementasi Perlinsos Digital secara menyeluruh di seluruh kelurahan di Kota Malang masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat, sembari memastikan sistem siap beroperasi secara optimal.
Salah satu syarat mutlak bagi warga untuk mengakses Portal Perlinsos Digital adalah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hal ini menjadi pintu masuk utama untuk mengajukan berbagai program bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Untuk membuka aplikasi Perlinsos, baik mandiri atau lewat agen, masyarakat harus punya IKD. Karena itu, kami bergerak cepat melakukan registrasi IKD secara masif kepada agen mulai dari pendamping PKH hingga pengurus RT dan RW setempat," bebernya.
Guna mendukung kelancaran program ini, Dispendukcapil Kota Malang terus mengakselerasi layanan jemput bola untuk aktivasi IKD. Termasuk yang baru-baru ini dilaksanakan di Kelurahan Kotalama dan Mergosono.
Baca Juga:
Libur Sekolah dan Akhir Pekan, Kedatangan Penumpang di Stasiun Malang Naik 11 PersenUpaya tersebut membuahkan hasil positif. Saat ini, capaian aktivasi IKD di Kota Malang tercatat telah melampaui target nasional yang ditetapkan oleh pusat.
Guna mendukung kelancaran program tersebut, Dispendukcapil Kota Malang terus mengakselerasi layanan jemput bola untuk aktivasi IKD, termasuk yang baru saja dilaksanakan di Kelurahan Kotalama dan Mergosono. Upaya agresif ini membuahkan hasil positif, di mana capaian aktivasi IKD di Kota Malang kini telah melampaui target nasional.
"Capaian aktivasi IKD di Kota Malang sudah menyentuh angka 35,86 persen dari target Indikator Kinerja Utama (IKU) pusat sebesar 30 persen. Meski telah melampaui target, kami akan terus menggencarkan registrasi kepada masyarakat," pungkasnya.(*)