KETIK, MALANG – Kota Malang tengah dilanda kenaikan harga sejumlah bahan pokok, salah satunya cabai rawit. Di tengah kenaikan harga tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengklaim stok cabai masih aman di pasaran.
Di Pasar Mergan sendiri, terjadi perbedaan harga yang cukup mencolok antar pedagang. Di lapak milik Yossy, harga cabai menembus Rp85.000 dari Rp60.000 per kilogram. Sedangkan di lapak milik Rahayu, harga cabai Rp60.000 dari Rp58.000 per kilogram.
Sedangkan di salah satu pedagang di Pasar Besar Malang, harga cabai menyentuh Rp65.000 per kilogram pada 15 Oktober 2026 kemarin.
"Agak sedikit naik sampai dengan Rp65.000 tapi relatif sekarang Rp60.000. Walaupun memang ini agak sedikit tinggi, tapi stok juga aman. Saya tanya katanya cabai berlimpah," ujar Wahyu, Jumat 16 Oktober 2026.
Menurut Wahyu, kebutuhan cabai di Pasar Mergan sendiri bergantung pada ketersediaan pasokan di Pasar Induk Gadang. Selain itu maraknya masyarakat menggelar hajatan juga turut memengaruhi kenaikan harga cabai di Kota Malang.
Baca Juga:
Seminar Nasional Kearsipan, Diantyo Nugroho Tekankan Pentingnya Ilmu Kearsipan bagi Generasi Muda"Mudah-mudahan pada hari-hari normal itu bisa kembali Rp55.000. Karena sekarang ini bulan-bulan pernikahan, banyak kegiatan, akhirnya agak sedikit naik karena permintaan banyak," katanya.
Selain cabai, Wahyu juga melihat adanya kenaikan sejumlah bahan pokok. Seperti tepung yang mengalami kenaikan harga hingga 2 kali lipat dari sekitar Rp7.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.
"Kalau harga yang lain, ini minyak goreng masih normal. Kemudian terkait dengan bawang merah juga masih normal. Cabai yang memang harga sedikit tinggi, walaupun kemarin agak sedikit rendah," katanya.
Pemkot Malang juga mengupayakan intervensi harga agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau kebutuhan pokok sehari-hari. "Jadi harus kita jaga agar harga-harga semuanha bisa relatif normal," pungkasnya. (*)