KETIK, BATU – Kota Batu kembali dipercaya menjadi tuan rumah forum strategis High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah kerja Bank Indonesia Malang.
Kegiatan yang digelar di Golden Tulip Holland Resort, pada Rabu, 15 April 2026, menjadi momentum memperkuat komitmen percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Wali Kota Batu, Nurochman, menjelaskan, TP2DD merupakan bentuk kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
Program ini bertujuan mengalihkan sistem transaksi dari tunai ke non-tunai berbasis digital guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Baca Juga:
Banyak yang Nekat Lewat, Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup dengan Barrier dan Dipasang CCTVMenurutnya, implementasi ETPD telah menunjukkan perkembangan signifikan secara nasional. Hingga saat ini, sebanyak 511 pemerintah daerah atau sekitar 93,6 persen telah memperluas penggunaan kanal pembayaran digital.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Di tingkat daerah, Kota Batu mencatat capaian positif dalam penerapan digitalisasi. Pada 2025, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kota Batu mencapai 99,3 persen.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara TP2DD Kota Batu, Bank Jatim, serta seluruh perangkat daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari Bank Indonesia, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota.
“Sinergi adalah kunci utama dalam TP2DD. Tanpa kolaborasi yang kuat, percepatan digitalisasi tidak akan berjalan optimal,” katanya.
Melalui forum HLM ini, Nurochman berharap seluruh peserta dapat saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan digitalisasi daerah.
“Forum ini diharapkan berjalan produktif dan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi penguatan digitalisasi di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menyambut para peserta dan menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi digital di tingkat pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta di Kota Batu, kota yang sejuk, kreatif, dan terus bertransformasi. Mbatu SAE, Sedoyo SAE,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi percepatan transformasi digital di Jawa Timur secara luas, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga forum ini membawa keberkahan bagi kemajuan digitalisasi daerah dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)