KETIK, BATU – Jumlah korban gugur dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo bertambah menjadi enam orang. Korban terbaru adalah Suraji, sekuriti penginapan Artotel yang gugur setelah sempat berjuang melewati kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Mentigen, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, tersebut menyisakan duka mendalam bagi petugas dan relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman.
Bertambahnya korban jiwa juga menjadi perhatian terhadap keselamatan personel yang bertugas di lapangan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para petugas dan relawan dalam upaya pemadaman karhutla tersebut.
“Ya, kita berduka cita, kita turut simpati, berduka cita mendalam atas meninggalnya saudara kita yang sedang melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Balai Kota Among Tani Kota Batu, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Baca Juga:
Amang Udin Berpulang Saat Padamkan Karhutla, Sembilan Petugas dan Relawan Gugur Sepanjang 2026Sebelum Suraji, lima orang lainnya juga gugur dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Sukaris (55), operator layanan operasional pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
Korban berikutnya adalah Wisnu Yuda (25) dan Sefriel (19), yang bekerja sebagai sekuriti penginapan Artotel. Selain itu, terdapat Hendra Rony, petugas Balai Besar TNBTS sekaligus anggota Manggala Agni Pemula, serta Munawi, sukarelawan dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
Menyikapi insiden tersebut, BNPB akan melakukan evaluasi dengan mempelajari laporan dari wilayah terkait. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki dalam penanganan karhutla agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Artinya kita nanti akan lihat kenapa bisa terjadi seperti itu lagi, jangan sampai hal-hal itu bisa terjadi lagi di kemudian hari. Kita evaluasi keadaan itu,” kata Kristomei.
Baca Juga:
Polda Jatim Kerahkan Personel Bantu Tangani Karhutla Kawasan BromoTerkait langkah pencegahan, ia menjelaskan bahwa hasil kajian terhadap laporan dari wilayah akan menjadi bahan evaluasi untuk disampaikan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan.
“Ya, justru itu, nanti kita mempelajari laporan dari wilayah, apa saja yang bisa kita evaluasi atas kejadian itu sehingga ke depan kita bisa menyampaikan kepada seluruh anggota kita di lapangan itu untuk tidak terjadi hal-hal yang sama,” pungkasnya.(*)