Kontraktor Proyek Alun-Alun Sidoarjo dan Parkiran RSUD Orang yang Sama, tapi PT Berbeda?

Editor: Fathur Roziq

6 Des 2025 05:26

Headline

Thumbnail Kontraktor Proyek Alun-Alun Sidoarjo dan Parkiran RSUD Orang yang Sama, tapi PT Berbeda?
Salah satu bagian dinding di samping jalan akses menuju lantai II proyek parkir bertingkat di RSUD Notopuro Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Tahun anggaran 2025 menjadi kesempatan terakhir bagi para kontraktor untuk membuktikan kinerja mereka dalam membangun Kabupaten Sidoarjo. Mereka yang terbukti main-main saat menggarap proyek yang dibiayai uang rakyat itu bakal di-black list. Bupati Sidoarjo Subandi meminta mereka dinilai ”merah” saja.

”Tahun 2025 ini mereka kita berikan kesempatan. Ternyata hasilnya seperti ini,” ujar Bupati Subandi saat melakukan inspeksi mendadak ke proyek double deck parking di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Jumat (5 Desember 2025).

Kepada para wartawan yang mengikuti sidak tersebut, Bupati Subandi menyatakan sangat kecewa dengan hasil kerja kontraktor pelaksana. Kontrak segera berakhir sekitar 15 hari lagi. Tapi, menurut dia, progres pekerjaan parkir bertingkat tersebut masih tidak keruan. Amburadul.

Tidak hanya menerima laporan. Bupati Subandi terlihat mengecek sendiri bagian-bagian konstruksi pekerjaan proyek senilai Rp 23 miliar tersebut. Lantai dasar dan tanjakan menuju lantai II. Dinding parkiran pun dicek. Bupati Subandi malah membawa palu dan mengetes kualitas cor-coran.  

Baca Juga:
Besuk Korban Selamat Ponpes Ambruk Sidoarjo, PKB Bantu Penuhi Semua Kebutuhan

Foto Bupati Subandi mengetes kualitas beton proyek double track parking di RSUD Notopuro. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Bupati Subandi mengetes kualitas beton proyek double track parking di RSUD Notopuro. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Bupati yang berlatar belakang pengusaha konstruksi tersebut mengaku melihat indikasi ketidaksesuaian penggunaan material sehingga kualitas cor-coran tidak seperti rencana anggaran dan biaya (RAB). Itu akibat lemahnya konsultan pengawas. Pengawas pun kena tegur karena dinilai cuma bisa nggih-nggih saja. Tidak melakukan tugas dengan benar.

”Kalau melihat kondisi di lapangan seperti ini, saya kurang puas. Beton itu perlu penyangga yang benar. Tripleks tidak boleh dipakai dua kali. Tetapi, yang saya lihat, triplek bekas masih digunakan. Banyak cor-coran yang masih mentah,” ungkapnya setelah mengamati bagian-bagian proyek.

Bupati Subandi juga mempertanyakan laporan deviasi pekerjaan. Kondisinya berbeda antara laporan yang disampaikan pelaksana proyek dan kenyataan di lapangan. Di katakan bahwa deviasi proyek parkiran RSUD bertingkat itu hanya minus 8 persen.

Baca Juga:
RSUD Notopuro Sidoarjo Gandeng Ahli dari Korsel, Kembangkan Teknologi AI untuk Dunia Kesehatan

”Tapi, kalau melihat kenyataannya yang ndak karu-karuan itu, tidak mungkin (8 persen). Itu minusnya 23 persen dengan waktu tinggal sekitar 15 hari,” tegasnya.

Bupati Subandi terlihat bertambah kecewa karena ada laporan bahwa penggarap proyek double deck parking di RSUD Notopuro adalah orang yang sama dengan kontraktor pelaksana yang mengerjakan proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Dia hanya memakai bendera PT (perseroan terbatas) yang berbeda.

”Kita tidak melihat PT-nya apa, yang penting kualitasnya terjaga. Itu saja,” ungkapnya.

Foto Bupati Subandi bersama Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan mengecek progres proyek parkiran bertingkat di RSUD  Notopuro pada Jumat (5 Desember 2025). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Bupati Subandi bersama Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan mengecek progres proyek parkiran bertingkat di RSUD Notopuro pada Jumat (5 Desember 2025). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Karena itulah, Bupati Subandi meminta pejabat pembuat komitmen (PPK) RSUD Notopuro serta konsultan pengawas untuk memperketat pengawasan. Mereka harus memastikan seluruh pekerjaan sesuai RAB. Kalau tidak, Pemkab Sidoarjo tidak akan segan memberikan sanksi tegas terhadap kontraktor yang dinilai tidak profesional.

Bupati Subandi juga menginstruksikan dengan jelas bahwa ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan Pokja (Kelompok Kerja) ULP Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Pemkab Sidoarjo tidak ikut bermain-main dalam penentuan  pemenang kontraktor pelaksana proyek. Lakukan dengan profesional dan transparan.

”Kuncinya di situ,” ucapnya di hadapan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Sidoarjo Wahyu Herizon dan PPKom RSUD Notopuro, Samuel Indrayana, serta Direktur RSUD Notopuro dr Atok Irawan.

Foto Kondisi salah satu bagian proyek parkiran bertingkat di RSUD Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Kondisi salah satu bagian proyek parkiran bertingkat di RSUD Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Bupati Subandi berharap pembangunan parkir bertingkat RSUD Notopuro yang bisa segera selesai tepat waktu dan sesuai standar mutu. Kualitas pelayanan kesehatan harus didukung fasilitas yang aman dan layak sehingga masyarakat mendapatkan layanan terbaik.

Direktur RSUD Notopuro dr Atok Irawan menjelaskan, pembangunan double deck parking merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.

Parkiran dua lantai tersebut direncanakan mampu menampung 125 unit mobil sehingga meningkatkan kenyamanan pasien dan pengunjung. Menindaklanjuti perintah Bupati Subandi, dr Atok menambahkan bahwa kontraktor pelaksana telah diminta menambah sekitar 60 tenaga kerja untuk mengejar progres. (*)

Baca Sebelumnya

Salam Metal Ala PDI Perjuangan dari Pelosok Banjir Aceh Tamiang: Terima Kasih Jamaluddin Idham

Baca Selanjutnya

David Ishaq dan Suyatno Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo atas Becak Listrik Gratis

Tags:

Proyek RSUD Sidoarjo Bupati Sidoarjo Sidak Proyek RSUD Notopuro Sidoarjo Bupati Subandi Kecewa dr Atok Irawan

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

12 April 2026 06:30

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

11 April 2026 06:49

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

11 April 2026 05:48

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Bupati Subandi Larang Titip-titipan Calon Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo

10 April 2026 07:05

Bupati Subandi Larang Titip-titipan Calon Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo

Bupati Subandi Bantu Rehab Rumah dan Kursi Roda untuk Lansia di Waru

10 April 2026 06:12

Bupati Subandi Bantu Rehab Rumah dan Kursi Roda untuk Lansia di Waru

Ledakan di Waru Murni Kecelakaan Kerja, Bupati Subandi Pastikan Tanggung Jawab Perusahaan

10 April 2026 05:40

Ledakan di Waru Murni Kecelakaan Kerja, Bupati Subandi Pastikan Tanggung Jawab Perusahaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar