KETIK, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melepas keberangkatan Kontingen Kwartir Cabang Pramuka Kota Malang menuju Jambore Nasional 2026. Dalam kegiatan tersebut, kontingen Kota Malang akan membawakan penampilan Tari Topeng Malangan. 

Wahyu menjelaskan para peserta akan membawa nama baik Kota Malang dan juga Jawa Timur. Selain itu ikon dan cerita dalam Topeng Malangan dinilai selaras dengan visi Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara. 

"Banyak yang ditonjolkan, ada Tari Topeng Malangan. Memang Kwarcab Kota Malang dianggap layak, baik dari segi kemampuan, keterampilan, dan juga pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan," jelasnya, Senin, 10 Agustus 2026.

Kota Malang juga akan membuka stan yang berisi produk-produk kerajinan tangan, termasuk UMKM. Wahyu juga berpesan agar anggota Pramuka yang berangkat dapat memberikan segala keterampilan dan kemampuan dengan baik. 

"Ini kan kita tidak bersaing, tetapi namanya Jambore Nasional kita berkumpul bersama, menjalin kebersamaan, solidaritas. Tapi ada kemampuan-kemampuan yang diberikan dan tentunya juga akan ditunjukkan terkait dengan keterampilan yang mereka miliki," lanjutnya. 

Baca Juga:
Wakili Jawa Timur, 38 Anggota Pramuka Penggalang Kota Malang Diberangkatkan ke Jamnas XII Cibubur

Ketua Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo menjelaskan para anggota Pramuka telah dibekali dengan keterampilan kesenian tradisional. Begitu pula dengan teknis kepramukaan dan cara hidup mandiri. 

"Jadi kan di sana panjang agendanya, harus bisa mandiri karena di sana juga akan banyak kegiatan yang harus diikuti," tutur Ginanjar. 

Anggota yang dipilih pun telah dipastikan kecakapan dan keterampilannya. Kontingen telah diseleksi untuk mengikuti pendidikan, baik pendidikan karakter, teknis kepramukaan, karakter nasionalisme, kemandirian, dan lainnya. 

"Pertama tentunya adalah kecakapan. Kemudian bagaimana kreativitas, kemandirian, skill teknik kepramukaannya. Juga dari sikap, budi pekerti, karakter, itu yang paling penting," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Sosok Ginanjar Ketua Pramuka Kota Malang yang Mengawal Bedah Rumah Warga Tak Mampu