KETIK, BLITAR – Nafas kompetisi mulai terasa. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar tancap gas mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur ke-X yang akan digelar di Surabaya.

 

Langkah awal dipastikan lewat Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) yang digelar di Pendopo Kabupaten Blitar, Jumat, 24 April 2026. Forum ini bukan sekadar rapat formal, tapi menjadi titik temu strategi besar: bagaimana Blitar bisa naik kelas di panggung olahraga Jawa Timur.

 

Ketua Umum KONI Kabupaten Blitar, Beky Herdihansah, menegaskan Puslatkab adalah “dapur utama” pembentukan performa atlet. Menurutnya, pola latihan terpusat jadi kunci agar kualitas atlet tak jalan di tempat.

Baca Juga:
Penjaringan PAW Kades Jambewangi Ricuh, Warga Soroti Dugaan “Seleksi Titipan”

 

“Kalau ingin bersaing, latihan tidak bisa biasa-biasa. Puslatkab ini kita desain sebagai sistem pembinaan yang serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Tak hanya soal latihan, KONI juga menyiapkan “bahan bakar mental” bagi atlet. Reward tambahan untuk peraih medali emas disiapkan sebagai pemicu semangat.

Baca Juga:
Kartini Tak Lagi Simbol, Fatayat NU Blitar Dorong Perempuan Jadi Motor Perubahan Sosial

 

“Ini bukan sekadar bonus, tapi bentuk penghargaan. Kami ingin atlet tampil habis-habisan membawa nama baik Blitar,” tambahnya.

 

Puslatkab sendiri akan diisi atlet dari berbagai cabang olahraga, baik individu maupun beregu. Mereka bakal ditempa dalam latihan intensif dengan pendampingan pelatih, menyasar peningkatan teknik, fisik, hingga mental tanding.

 

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kabupaten Blitar, Fatatoh, melihat peluang emas masih terbuka lebar. Ia menyebut cabang gulat dan paralayang sebagai sektor yang berpotensi menyumbang medali.

 

“Dua cabor itu punya track record bagus. Tapi kami tekankan, semua atlet harus terus naik level. Jangan cepat puas,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan, Porprov kali ini dipastikan berlangsung ketat. Setiap daerah datang dengan ambisi dan persiapan matang, sehingga disiplin dan konsistensi menjadi harga mati.

 

Dari ruang rapat itu, harapan mulai dirajut. Bukan hanya soal medali, tapi tentang harga diri daerah. KONI Kabupaten Blitar ingin membuktikan bahwa kerja keras yang ditempa dalam sunyi latihan, kelak akan bersuara lantang di arena pertandingan.

 

Dan ketika peluit pertama dibunyikan di Surabaya nanti, Blitar tak sekadar hadir mereka datang untuk bertarung, dan pulang membawa cerita kemenangan.