Komisi VIII DPR Dukung Ikhtiar Menag Satukan Metode Penetapan Awal Ramadan

Editor: Muhammad Faizin

18 Feb 2026 08:20

Thumbnail Komisi VIII DPR Dukung Ikhtiar Menag Satukan Metode Penetapan Awal Ramadan
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, dalam jumpa pers usai sidang itsbat. (Foto: tangkapan layar Youtube Kemenag RI)

KETIK, JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan dukungannya atas upaya Menteri Agama Nasaruddin Umar agar ada penyatuan metode dalam penetapan awal Ramadan. Selama ini, penentuan 1 Ramadan antara pemerintah dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, termasuk Muhammadiyah, kerap menunjukkan perbedaan.

Marwan menyampaikan hal tersebut usai mengikuti sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa malam, 17 Februari 2026. 

“Di dalam diskusi tadi, ada pandangan ke depan, Bapak Menteri Agama berupaya untuk mempertemukan cara pandang untuk penetapan 1 Ramadan,” kata Marwan.

Ia menjelaskan, hasil kajian astronomi tidak hanya mengacu pada data nasional, tetapi juga mempertimbangkan kalender Islam global yang berpusat di Turki. Berdasarkan perhitungan tersebut, hilal pada Rabu, 18 Februari 2026, belum berpotensi terlihat. Kondisi itu menguatkan keputusan sidang isbat yang menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga:
Kemenag RI Mulai Berlakukan WFH, Nasaruddin Umar Pastikan Layanan Tetap Maksimal

Komisi VIII DPR RI, lanjut Marwan, mendukung penuh langkah pemerintah dalam menyatukan pendekatan penentuan awal Ramadan dan Syawal. Ia menilai penyamaan metode penting agar umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah secara serentak.

“Sebagai Ketua Komisi VIII, kami akan mendukung upaya mempertemukan cara pandang sehingga kita bisa sama-sama melaksanakan ibadah, terutama Ramadan maupun nanti Syawal,” ujarnya.

Menurutnya, proses sidang isbat telah berlangsung secara komprehensif karena memadukan pertimbangan syariat dan kajian ilmiah. Tim ahli memaparkan data astronomi yang menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

“Hasilnya memang tidak memungkinkan melihat hilal karena posisinya masih minus. Oleh karena itu secara bulat ditetapkan Ramadan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata politikus PKB ini. 

Baca Juga:
Menag RI Nasaruddin Umar Lantang Suarakan Krisis Lingkungan di Forum Internasional

Marwan juga mendorong pemerintah, ormas Islam, serta kalangan akademisi untuk terus membangun dialog berkelanjutan. Ia menilai komunikasi terbuka menjadi kunci dalam mencari titik temu metode penetapan awal bulan Hijriah.

“Karena diksi untuk menetapkan ibadah ini berbagai cara pandang, masih memungkinkan terjadinya perbedaan. Oleh karena itu perbedaan ini tidak menjadikan kita bercerai-berai, mari kita saling menghargai,” ujar Marwan.

Dalam sidang isbat tersebut, pemerintah menggunakan kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Berdasarkan hasil pemantauan di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal berada pada kisaran minus hingga belum memenuhi ambang batas tersebut.

Menteri Agama menegaskan bahwa posisi hilal tidak hanya belum memenuhi standar visibilitas (imkanur rukyat), tetapi juga belum mencapai kriteria keberadaan hilal (wujudul hilal) karena masih berada di bawah ufuk ketika matahari terbenam.

Komisi VIII DPR berharap upaya penyatuan metode ini terus diperkuat agar pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idulfitri ke depan dapat berlangsung serempak. Dengan demikian, persatuan umat Islam di Indonesia dapat semakin kokoh. (*)

Baca Sebelumnya

Produktivitas Semangka Naik 34 Persen, Petrokimia Gresik Gelar Lomba “Pestani Semangka Tapal Kuda” Jelang Ramadan

Baca Selanjutnya

Heroin 15 Kg Diungkap Bareskrim Polri di Sumut, Tukang Ojek Ikut Terseret

Tags:

awal Ramadan 1447 H sidang isbat 2026 penetapan 1 Ramadan Komisi VIII DPR Nasaruddin Umar hilal MABIMS

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar